METRO SUMBAR

Maksimalkan Progul, Program Makan Rendang Disosialisasikan di Tanah Datar

0
×

Maksimalkan Progul, Program Makan Rendang Disosialisasikan di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk mengatasi jeratan rentenir yang menyebabkan masyarakat menjerit melalui Program Unggulan (Progul) Maksimalkan Pemberantasan Rentenir Agar Hilang (Makan Rendang) di Tanah Datar terus dilakukan.

TANAHDATAR, METRO–Upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar untuk mengatasi jeratan rentenir yang menyebabkan masyarakat menjerit melalui Program Unggulan (Progul) Maksimalkan Pemberantasan Rentenir Agar Hilang (Makan Rendang) di Tanah Datar terus dilakukan.

Diakui Bupati Eka Putra, SE, MM jika progul ini realisasinya masih rendah, dari Rp18 miliar anggaran yang disediakan pasca dilaunching Maret yang lalu baru terealisasi sekitar Rp1 miliar.

Hal itu disampaikannya ketika rapat evaluasi pelaksanaan Program Satu Rumah Satu Hafizh/zah, dengan guru-guru tahfiz se-Tanah Datar di Aula Islamic Senter Paga­ruyung, Senin (10/10).

“Program Makan Rendang a­dalah salah satu dari beberapa progul yang telah dilaunching Pem­kab Tanah Datar yang tujuannya untuk mensejahterakan masyara­kat. Program Makan Rendang ini tidak lain dari upaya Pemda Tanah Datar menghapus praktik jasa keuangan yang sangat mencekik masyarakat atau lebih dikenal ren­tenir,” ucap Eka Putra.

Baca Juga  Bupati Pessel, Keberadaan Monumen Latsitarda Akan dijadikan lokasi Taman Bacaan

Terkait program satu rumah satu hafiz/hafizah yang ditandai dengan stiker yang terpasang di rumah-rumah dikatakan Eka Putra, bagi nagari yang terbanyak akan diprioritaskan untuk bantuan dari Pemda dan BAZNAS, seperti Bansos Pendidikan, Bantuan Produktif BAZNAS, Rehab Rumah dari Pemda dan BAZNAS serta Bantuan Sosial lainnya.

Kabag Kesra Setda Tanah Datar Dadan Hendarsyah mengatakan dari data Verifikator untuk rumah-rumah tahfizh yang teregistrasi saat ini berjumlah 188 Rumah Tahfizh (RT) dengan jumlah santri sebanyak 8.915 santri yang tersebar di 14 kecamatan, serta tim verifikator sebanyak 28 orang, masing-masing 2 perkecamatan.

Baca Juga  Jelang Akhir Masa Jabatan Pasangan Gama, Komitmen Majukan Daerah dalam Segala Bidang

Sementara untuk guru tahfizh dikatakannya sebanyak 400 orang dan akan dibuatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sehingga akan memudahkan dalam mendapatkan program dan bantuan dari peme­rintah.

Turut hadir saat rapat evaluasi program satu rumah satu hafizh/zah tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Elizar, Kadis Sosial Afrizon, Kadis Pendidikan Riswandi dan beberapa pejabat daerah lainnya. (ant)