SOLOK/SOLSEL

Berhenti Merokok, Pemko Solok Sediakan Insentif Rp1 Juta

0
×

Berhenti Merokok, Pemko Solok Sediakan Insentif Rp1 Juta

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Solok Zul Elfian

SOLOK, METRO–Untuk menekan dan memotivasi warga Kota Solok agar berhenti me­rokok, Pemerintah Kota Pemko Solok. memberikan insentif Rp 1 Juta kepada warganya yang berhenti merokok. Namun warga tersebut juga harus me­ninggalkan kebiasaan me­rokok dan menerapkan perilaku hidup sehat.

”Saya melihat rata-rata pengeluaran ma­sya­rakat untuk membeli rokok hampir Rp400 ribu sebulan dan itu lebih banyak pada ma­syarakat kalangan ti­dak mampu, bahkan semakin miskin konsumsi rokoknya kian tinggi nomor dua sesudah pa­ng­an,” kata Wali Kota Solok Zul Elfian.

Selain itu warga yang berhenti merokok akan lebih sehat, keluarga terhindar dari perokok pasif dan bisa meningkatkan gizi keluarga. Setiap tahun disiapkan insentif untuk 20 orang.

Baca Juga  Pemkab Solsel Sempurnakan Program Percepatan Penurunan Stunting

Mekanismenya ada ka­der kesehatan yang membina dan mengajak warga untuk berhenti merokok. Mereka akan dicek di balai kesehatan setempat setelah pelaku bersedia diberi waktu tiga bulan untuk membuktikan apakah bisa berhenti merokok.

”Setelah tiga bulan a­kan diketahui masih ada kandungan nikotin di tubuhnya dan jika dari hasil pemeriksaan tidak ada maka berhak mendapatkan insentif Rp1 juta,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga menjadikan salah satu Pus­kesmas sebagai klinik berhenti merokok. Hingga saat ini sudah ada 30 o­rang yang berhenti merokok dan mendapatkan insentif.

Baca Juga  DLH Gelar Sosialisasi Teknis, Kumpulkan DataTPB Seluruh OPD

Zul Elfian mengakui ada penolakan terhadap program ini karena ma­syarakat membeli rokok dengan uang sendiri namun ia menekankan ini bersifat imbauan.

Sebelumnya, Badan Pu­sat Statistik Sumatera Ba­rat mengungkap rokok ma­sih menjadi komoditas pe­nyumbang kemiskinan terbesar kedua di Sumatera Barat setelah beras berdasarkan survei sosial eko­nomi yang dilakukan pada Maret 2022. (vko)