METRO SUMBAR

Program Daerah Setelah Pandemi Covid-19, Pembangunan Kota yang Smart, Jadikan SDA Lebih Efektif dan Efisien

0
×

Program Daerah Setelah Pandemi Covid-19, Pembangunan Kota yang Smart, Jadikan SDA Lebih Efektif dan Efisien

Sebarkan artikel ini
PAPARAN— Wali Kota Genius Umar memaparkan program pembangunan pasca pandemi Covid-19.

WAKO H Genius Umar berbagi pengalaman tentang bagaimana dirinya memimpin Kota Pariaman, sehingga dapat segera bangkit dari pandemi covid-19 dan pembangunan kota yang smart kepada seluruh peserta United Cities and Local Governments ( UCLG ) dalam Congress, World Summit of Local and Regional Leader, yang merupakan bagian dari lanjutan Asean Mayor Forum secara vitual .

“Saya memberikan pe­maparan tentang Pariaman in Achieving Smart Resilient and Sustainable Urbanization, ba­gai­mana kita menciptakan Kota Pariaman menjadi kota yang tangguh dan berkelanjutan, dalam mencapai urbanisasi yang cerdas. Kota Pariaman Resilient ini, menjadi Inspirasi Kota se Asia Tenggara, se­hingga kami didapuk menjadi pembicara dalam UCLA Congress kali ini,” kata Walikota Pariaman Genius Umar, kema­rin.

Genius mengatakan, seha­rusnya dirinya diundang lang­sung untuk memaparkan ten­tang Pariaman Resilient (Paria­man Tangguh) ini di Daejon, Korea, tetapi karena banyak­nya kegiatan yang ada di Kota Pariaman dan permasalahan yang ada, dirinya tidak dapat hadir dan hanya memaparkan secara online atau zoom meeting kepada peserta UCLA Congress.

“Kami menjadikan Kota Pariaman kota yang Smart (pintar), bagimana kita men­jadikan kawasan yang dapat mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien, untuk menyelesaikan berbagai tantangan meng­gunakan solusi inovatif, terin­tegrasi, dan berkelanjutan untuk menyediakan infrastruktur dan memberikan layanan-layanan untuk meningkatkan kualitas hidup warganya.

Selain itu, Genius menye­butkan bahwa konteks Smart City yang sesungguhnya, adalah berbagai inovasi, ber­bagai ide, dalam mengelola pemerintan, bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kota Pariaman, saat ini telah menjelma menjadi sebagai Kota yang Tangguh dan Cer­das, dan hal ini terlihat dengan capaian diberbagai lini, seperti 100 persen Free Education, 99,6 persen Universal Health Coverage, 91,78 persen Li­vable Home, 91,10 persen Clean Water Access, 52,59 persen Sanitation Access, dan 72,68 persen Solid Road,” ungkapnya dalam pemaparan tersebut.

Genius juga menceritakan bagaimana Kota Pariaman membuat kebijakan dalam rang­ka Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19, seperti mengembangkan Sport Tourism (Pariwisata Olahraga) tanpa keramaian, selain itu tingkatkan imunitas dengan vaksinasi mencapai 100 per­sen, penampilan seni Pariaman Culture Everyweek (Budaya Pariaman Setiap Minggu), secara offline dan online dan membuat Kontes Video Kreatif, untuk mempromosikan seni, budaya dan pariwisata, ucap­nya.

“Kota Pariaman juga mem­punyai program Pendidikan Gratis selama 12 tahun, yang telah berlangsung sejak Tahun 2014 lalu, dan program ung­gulan SAGA SAJA (Satu Ke­luarga Satu Sarjana) sejak tahun 2018 lalu untuk Me­ngurangi Kemiskinan, dimana kita memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang ku­rang mampu, karena kami menyadari, hanya dengan pendidikan kita dapat me­ngentas kemiskinan,” terang­nya.

Lebih lanjut Genius me­ngatakan, walaupun dalam keadaan sulit, dengan keter­batasan anggaran yang ada, kita mampu membuka jalan sepanjang 40 KM dengan 16 ruas jalan baru, dengan non budgeter atau tanpa ada ang­garanya.

“Alhamdulillah, dengan kerja keras kami selama ini, Kota Pariaman telah banyak mendapat penghargaan, se­perti Kota Sangat Inovatif (2020), Kota Paling Novatif (2021) dari Kemendagri, Kota Ramah Anak kategori Madya dari Kementerian PPPA selama 7 Tahun berturut-turut, Kota Paling Berkelanjutan Anugerah UI Green City Metric Rangking Tahun 2022, Kepemimpinan Hijau Nirwasita Tantra dari Kementerian LHK dan Satya­lancana Wira Karya dari bapak Presiden RI, Joko Widodo,” tutupnya.

“Mengacu kepada definisi Smart City yang digunakan oleh Kemenkominfo yang juga sudah berlaku secara global, bahwa Smart City merupakan sebuah kawasan yang mengatasi ber­bagai permasalahan dalam masyarakat, dengan solusi yang inovatif kemudian terin­tegrasi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Genius juga menceritakan bagaimana Kota Pariaman membuat kebijakan dalam rang­ka Pemulihan Pariwisata Pasca Pandemi Covid-19, seperti mengembangkan Sport Tourism (Pariwisata Olahraga) tanpa keramaian, selain itu tingkatkan imunitas dengan vaksinasi mencapai 100 per­sen, penampilan seni Pariaman Culture Everyweek (Budaya Pariaman Setiap Minggu), secara offline dan online dan membuat Kontes Video Kreatif, untuk mempromosikan seni, budaya dan pariwisata, ucap­nya.

“Kota Pariaman juga mem­punyai program Pendidikan Gratis selama 12 tahun, yang telah berlangsung sejak 2014 lalu, dan program unggulan SAGA SAJA (Satu Keluarga Satu Sarjana) sejak tahun 2018 lalu untuk Mengurangi Kemis­kinan, dimana kita memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu, karena kami menyadari, hanya dengan pendidikan kita dapat ­ke­­­­­mis­kinan,” terangnya.  (***)