OLAHRAGA

Pemkab Malang Mulai Bangun Monumen Korban Kanjuruhan

0
×

Pemkab Malang Mulai Bangun Monumen Korban Kanjuruhan

Sebarkan artikel ini
MONUMEN— Kerangka monumen Korban Kanjuruhan sedang dikerjakan. Lokasinya bersebelahan dengan patung Singa yang ada di area depan Stadion Kanjuruhan

MALANG, METRO–Banyaknya warga yang datang untuk berkirim doa di Stadion Kanjuruhan membuat Pemerintah Kabupa­ten Malang memberikan perhatian khusus. Untuk menghormati 131 korban yang kehilangan nyawa dalam tragedi Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober lalu, sebuah monumen akan di­bangun.

Per Selasa (11/10), ke­rangka monumen Korban Kanjuruhan sedang dikerjakan. Lokasinya bersebelahan dengan patung Singa yang ada di area depan Stadion Kanjuruhan.

“Monumen ini nantinya jadi pengingat bagi semua pihak. Khususnya keluarga korban dan pengunjung di Stadion Kanjuruhan,” kata H. M Sanusi, Bupati Malang.

Setelah 10 hari berlalu, kondisi bunga yang ditaburkan di sana semakin banyak. Begitu juga de­ngan syal, dan barang-barang korban yang ditinggalkan di sana.

Situasi tersebut membuat area sekitar patung singa terlihat mulai kumuh. Apalagi hujan hampir se­tiap hari mengguyur Stadion Kanjuruhan. Ada kemungkinan nantinya warga yang ingin tabur bunga dan berdoa diarahkan ke mo­numen baru korban tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga  Porwil XI Riau, Sumbar Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 4 Perunggu dari Cabor Catur

Ketika diluar stadion akan ada penambahan mo­numen, justru kondisi dilapangan dan tribun Stadion Kanjuruhan belum menga­lami perubahan. Kondisi­nya tetap kotor penuh de­ngan sampah bekas tragedi 1 Oktober lalu.

Petugas kebersihan Sta­dion Kanjuruhan belum mendapatkan perintah untuk membereskannya. A­pa­lagi di tribun 10-13 yang ada di belakang gawang sebelah selatan masih ada police line. Sehingga pemeriksaan dari Kepolisian sampai saat ini masih berlanjut.

Tapi untuk ruang ganti pemain hingga lorong yang ada di lantai 1 pintu utama sudah mulai dibersihkan.

Baca Juga  Menang 1-0 atas Girona, Liverpool Pertahankan Catatan Sempurna

“Kalau lapangan, sampai sekarang masih belum bo­leh dibersihkan. Sedang­kan ha­laman depan, area par­kir sudah dibersihkan se­jak ada kunjungan Pre­si­den Joko Widodo,” kata A­gus Widodo, Petugas Keber­sihan, Stadion Kanjuruhan.

Saat ini, tuntutan agar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mundur dari jabatannya juga terus me­ngalir deras. Rilis-rilis dari sejumlah pihak, termasuk Kepolisian, dinilai tidak objektif.

Belakangan Polri meng­klaim kalau penyebab ba­nyaknya korban meninggal pada tragedi Kanjuruhan bukan disebabkan o­leh gas air mata, melainkan karena desak-desakan.

Selain itu, Polri juga menyatakan kalau gas air mata yang digunakan, mes­ki kadaluwarsa, tidaklah berbahaya dan tidak akan bisa membuat seseorang meninggal dunia. (*/rom)