METRO SUMBAR

Manajemen Pembibitan Sapi Potong pada Kelompok Ternak Cupak Manih

1
×

Manajemen Pembibitan Sapi Potong pada Kelompok Ternak Cupak Manih

Sebarkan artikel ini
PENGABDIAN--Program pengabdian kepada masyarakat bersama kelompok tani ternak Cupak Manih yang berada di Kenagarian Gurun Panjang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

Oleh: Dr. Ir. Mangku Mundana, M.P. (Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas)

Sapi potong merupakan salah satu komoditas ternak yang ikut berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan hidup. Pada umumnya pemeliharaan sapi potong di Indonesia masih dilakukan secara tra­disional dengan manajemen pemberian pakan belum baik karena masih bersifat usaha sambilan bagi peternak sehingga produksi yang dihasilkan belum maksimal.

Dengan program ke­giatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), yang dirancang oleh tim dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas, untuk meningkatkan kemampu­an mitra dalam mengelola usahanya. Kami berharap agar mitra juga dapat me­ngalami peningkatan pen­dapatan yang berkelanjutan.

Ketua tim PKM adalah Dr. Ir. Mangku Mundana, MP, yang beranggotakan Dr. Ir. Tinda Afriani dan Adisti Rastosari, S.Pt., M.Sc., yang merupakan Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas. Program kegiatan yang telah dilakukan adalah pe­nyuluhan manajemen pem­bibitan sapi potong.

Mitra pengabdian kepada masyarakat (PKM) adalah kelompok tani ternak Cupak Manih yang berada di Kenagarian Gurun Panjang, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Kelompok tani ini didirikan pada tanggal 06 bulan Februari tahun 2020, dengan berjumlahkan 13 orang petani atau peternak yang berasal dari kampong Gurun Panjang.

Ternak yang dipelihara oleh kelompok ini adalah ternak sapi potong. Jumlah ternak sapi potong yang ada dalam kelompok ini sebanyak 6 ekor ternak sapi jantan.

Kelompok tani ternak ini masih termasuk kelompok pemula dalam membangun peternakannya.

Kelompok tani ini didirikan berdasarkan keinginan dari beberapa orang petani atau peternak untuk menjadi satu kesatuan yang merupakan wadah terhimpunnya kelompok tani agar mampu membantu kesulitan petani.

Sementara itu tujuan berdirinya kelompok tani ini untuk membantu mening­katkan pendapatan dan kesejahteraan anggota, sehingga seluruh anggota mampu menjadi petani agribisnis yang terampil dan mandiri.

Tujuan kegiatan PKM ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan( ke­terampilan kepada peternak dan masyarakat dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan pemeliharaan ternak sapi potong dalam bidang reproduksi guna peningkatan populasi dan produktivitas.

Permasalahan umum yang sering terjadi dalam kelompok tani ternak ini adalah ternak yang dipelihara sederhana tanpa su­atu perencanaan yang je­las untuk lebih berkem­bang, lebih produktif dan lebih menguntungkan. Sebagai­mana mestinya ternak sapi potong merupakan peternakan yang mam­pu menjamin pe­ning­katan penda­patan ma­sya­rakat jika di­kelola dengan baik.

Solusi dari permasalahan yang dialami oleh mitra pengabdian ini adalah dengan melaksanakan ke­giatan pelatihan manajemen pembibitan sapi potong, dan pendampingan pemeliharaan ternak sapi dalam berbagai bidang.

Manajemen pembibitan sapi potong meliputi persiapan fasilitas, sistem penanganan sapi di kandang, pemberian makan dan minum, penanganan induk dan pedet, kesehatan ternak, dan sistem pro­duksi hijauan pakan ternak, serta pencatatan (recor­ding) yang ideal dalam suatu usaha pembibitan ternak. (*)