BERITA UTAMA

Bocah 3 Tahun Tewas Mengambang di Sungai Batang Lembang, Solok, Diduga Terpeleset saat Bermain

0
×

Bocah 3 Tahun Tewas Mengambang di Sungai Batang Lembang, Solok, Diduga Terpeleset saat Bermain

Sebarkan artikel ini
BOCAH TEWAS— Warga memperlihatkan lokasi penemuan mayat balita yang diduga tewas akibat terjatuh saat bermain di pinggir sungai di Kelurahan Koto Panjang, Kota Solok.

SOLOK, METRO–Tragis. Seorang bocah laki-laki yang masih berusia tiga tahun ditemukan tewas mengambang di Sungai Batang Lembang, Kelurahan Koto Panjang, Kota Solok, Kamis (29/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Penemuan mayat balita itupun sontak mem­buat geger masyarakat setempat.

Warga langsung ber­datangan ke lokasi untuk menyaksikan mayat bayi yang mengambang di pinggir sungai. Tak lama, petugas BPBD Kota Solok yang mendapat laporan adanya penemuan mayat, tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban. .

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Solok Fera Zuana mengatakan, mayat balita itu ditemukan pertama kali oleh seorang warga yang tinggal tidak jauh dari pinggir sungai.

Baca Juga  Transaksi Diperkirakan Capai Rp250 Miliar, Dikunjungi 300 Ribu Orang, Penas KTNA ke XVI di Sumbar Terbaik

“Mayat balita tersebut ditemukan dengan kondisi mengapung di pinggir sungai dekat rumahnya. Kondisinya balita sudah me­ning­gal dunia. Korban di­duga sempat tenggelam di sungai ter­sebut hingga kehilangan nya­wanya,” ungkap Fera, Jumat (30/9).

Menurut Fera, setelah mendapatkan info valid terkait tenggelamnya anak tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) mendatangi lokasi untuk dilakukan evakuasi lalu dibawa ke rumah duka.

“Kita bertanya kepada kakaknya, katanya tidak melihat adiknya sejak pagi, dan kakaknya sempat bertanya kepada tetangga dan dikatakan juga tidak ada yang melihat,” tuturnya.

Fera menuturkan, ka­kak korban terus mencari di sekeliling rumah dan tidak kunjung ditemukan. Selanjutnya ia melakukan pencarian di kawasan sungai dan didapati sudah mengapung.

Baca Juga  KPK Kumpulkan Alat Bukti Dugaan Korupsi Impor Beras

“Diduga penyebab kematian korban karena terjatuh terpeleset saat bermain. Diperkirakan korban mengapung sejak pukul 08.00 WIB dari waktu ditemukan,” ungkapnya.

Terkait kejadian itu, Fe­ra mengatakan, pihaknya te­rus memperingati ma­sya­ra­­kat agar selalu berha­ti-hati dan mengawasi anak-anak­nya saat bermain, apa­lagi yang tinggal di kawasan ra­wan seperti pinggiran su­ngai.

“Kepada masyarakat terutama yang tinggal di daerah rawan bencana apakah itu banjir, longsor dan di bantaran sungai. Kami selalu intens lakukan im­bauan kepada masya­ra­kat. Kami selalu siaga selama 24 jam,” tutupnya. (vko)