SOLOK/SOLSEL

BPS Solok Selatan Gelar Rakor Pendataan Awal Regsosek

0
×

BPS Solok Selatan Gelar Rakor Pendataan Awal Regsosek

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Bupati Solok Selatan Khairunas dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan Abdul Razi foto bersama dengan kepala OPD beserta peserta Rapat Koordinasi pendataan awal registrasi sosial ekonomi.

PADANG ARO, METRO–Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan, menggelar Ra­pat Koordinasi (Rakor) pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022 guna memperkuat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat Nagari.  ”Data kondisi ekonomi seluruh penduduk akan membantu pe­laksanaan program pemerintah sehingga berjalan efektif,” kata Kepala BPS Solok Selatan Abdul Razi.

Dikatakan, Regsosek akan menjadi satu data dan berguna untuk perlindungan sosial serta pemberdayaan masyarakat.

Pendataan Regsosek, katanya, pengumpulan data seluruh penduduk Indonesia yang terdiri dari profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahte­raan.

Data kondisi ekonomi katanya bermanfaat untuk program kesehatan, investasi, ke­wi­rausahaan dan pasar kerja.

Baca Juga  Pemkab Terima Dana Hibah Rp 18 Miliar

Dia berharap, peserta Rakor yang terdiri dari OPD, camat dan wali nagari bisa me­nyampaikan informasi ini kepada masyarakat luas sehingga berjalan lancar dan sukses.

Bupati Solok Selatan Khairunas berharap Regsosek terhubung dengan data ketenagakerjaan, dunia usaha secara keseluruhan, termasuk UMKM, dan tentunya hal-hal lain yang berkaitan dengan pemba­ngu­nan di segala bidang.

Dia meminta, OPD hingga Jorong ikut mendukung pelaksanaan Regsosek sehingga BPS dapat melaksanakan kegiatan ini dengan baik agar didapat data ekonomi berkualitas.

”Berikan seluruh data yang diminta dan berikan jawaban yang benar kepada petugas sebab ini akan menjadi dasar pembangunan Solok Selatan kedepannya,” ujarnya.

Baca Juga  Untuk Kegiatan Prioritas, Kajari Ingatkan Penggunaan Dana Nagari

Dia menyebutkan, beberapa capaian positif yang dicapai Solok Selatan pada Indikator sosial ekonomi antara lain pertumbuhan ekonomi 2021 tumbuh positif sebesar 3,35 persen dibandingkan 2020 yang me­ngalami penurunan sebesar -1,24 persen.

Begitu juga angka Indeks pembangunan Manusia (IPM) yang mengalami peningkatan sebesar 0,19 poin, dari 69,04 poin pada 2020 menjadi 69,23 poin pada 2021.  Tingkat pengangguran terbuka juga turun sebesar 0,78 persen, dari 5,62 persen pada 2020 turun menjadi 4,84 persen di 2021. (ade)