METRO PADANG

Andre Rosiade: Ada yang Iri Flyover Sitinjau Lauik Dibangun

0
×

Andre Rosiade: Ada yang Iri Flyover Sitinjau Lauik Dibangun

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade

JAKARTA, METRO–Anggota DPR RI asal Sumbar Andre Rosiade mengatakan, terkait penye­lesaian masalah jalan dan flyover Sitinjau Luik sudah masuk dalam rencana kerja Kementerian Peker­jaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Andre sudah berkomunikasi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kemen PUPR Hedy Rahadian dan Dirjen Pembiayaan Infras­truktur Herry Trisaputra Zuna.

“Alhamdulillah, proposal Hutama Karya sudah masuk ke Kementerian PUPR. Bah­kan, sedang diproses dan dievaluasi di tempat Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR Pak Herry Trisaputra Zuna. Untuk mera­siona­lisasi angka-angkanya su­paya lebih efisien. Selanjut­nya, akan ada persetujuan izin studi dan persetujuan pemrakarsa dan dilan­jutkan dengan lelang,” kata Andre Rosiade, Rabu (28/9).

Andre Rosiade memastikan, rencana Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sudah berjalan dengan baik. “Alhamdulillah dari informasi Pak Dir­jen, prosesnya sudah berjalan. Kalau persetujuan Komisi V DPR belum perlu. Cukup nanti pemberita­huan setelah proyek jalan dan dilaporkan pada nota APBN. Setelah proyek ja­lan, baru Komisi V diinformasikan,” kata Andre Rosiade.

Andre Rosiade juga menyentil ada pihak yang diduga iri dan dengki dengan kinerjanya di DPR. Sehingga menyatakan hal-hal yang tidak perlu. “Saya tidak ingin pembangunan Sumbar terhenti atau me­lambat. Jadi harus dicarikan solusinya. Tujuan saya bukan pencitraan, tapi men­carikan solusi untuk Sumbar. Karena anggota DPR itu tugasnya membantu pembangunan Sumbar,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Baca Juga  Dinas PUPR bakal Tinjau Jembatan Sungkai

Andre Rosiade menduga, yang memberikan komentar sebelumnya ti­dak paham apa yang disampaikannya. Tidak tahu apa yang terjadi dan yang sedang dikerjakan. “Saran kami kepada yang bersangkutan banyak belajar. Agar jangan asal komentar di media. Saya juga heran, kenapa yang bersangkutan yang kebakaran jenggot, Gubernur Sumbar saja men­­dukung,” kata ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Anggota Komisi V DPR Sudewo mengatakan, pem­­bangunan jalan Sitinjau Lauik dengan skema pendanaan adalah KPBU dengan model AP (available paymen) oleh PT Hutama Karya. “Pengertian AP adalah pembiayaan yang ditalangi oleh Hutama Ka­rya kemudian pemerintah akan membayar secara bertahap dalam kurun waktu selama 15 tahun,” katanya.

Dijelaskan Sudewo, per­­tama-tama Hutama Ka­rya mengajukan proposal kepada Kementerian PUPR tentang keinginannya terkait model AP terhadap proyek. “Karena model AP, maka persetujuan terha­dap proye atau program tersebut tidak perlu melalui pembahasan di Komisi V DPR RI. Komisi V hanya fokus terhadap pengawa­san pekerjaannya saja,” katanya.

Baca Juga  Kunker ke Sumbar, Komisi III DPR RI Atensi Kasus Narkoba dan Pelecehan Seksual

Di lain pihak, PT Hutama Karya (Persero) menyampaikan mendukung sepenuhnya program-program pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah, baik yang diinisiasi oleh Pemerintah pusat mau­pun Pemerintah Daerah. Khususnya yang se­ka­rang sedang ditangani di Sumatra Barat.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Mahyeldi juga me­ng­apresiasi perhatian dan dukungan wakil rakyat di DPR RI terhadap kondisi sitinjau lauik yang jalurnya penuh resiko dan sudah saatnya perlu perbaikan dengan dukungan semua pihak dan perencanaan yang matang.

“Sesuai hasil rapat dengan PUPR dan Bappeda, pembangunannya melalui KPBU, yang akan dikerjakan oleh Hutama Karya. Kita juga merasa senang, anggota DPR RI, Pak Andre juga ikut membantu. Ini memang harus jadi agenda kita bersama, tidak bisa diselesaikan oleh gubernur sendiri. Masyarakat dan DPR RI  memberikan dukungan, mudah-mudahan per­masalahan ini bisa selesai,” harap Gubernur. (*)