BERITA UTAMA

Pelaku Penipuan Sapi Kurban masih Buron, Kehilangan Jejak, Polres Bukittinggi Tak akan Nyerah

0
×

Pelaku Penipuan Sapi Kurban masih Buron, Kehilangan Jejak, Polres Bukittinggi Tak akan Nyerah

Sebarkan artikel ini
AKBP Wahyuni Sri Lestari Kapolres Bukittinggi

BUKITTINGGI,METRO–Jajaran Polres Bukittinggi tak akan pernah menyerah untuk mengejar pelaku pelaku peni­puan hewan kurban yang mem­buat para korbannya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Meski begitu, hingga kini, keberadaan pelaku masih belum diketahui.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Wahyuni Sri Lestari mengatakan, dalam kasus penipuan sapi kurban senilai Rp250 juta itu, memang ada beberapa kendala untuk menangkap pelaku. Pasalnya, pelaku diduga selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain.

 “Kami menargetkan pelaku sudah ditangkap sebelum Polres Bukittinggi resmi berganti menjadi Polresta. Kasus sapi kurban menjadi PR serta tunggakan kasus besar bagi kami. Saya sudah sampaikan kepada Kasat Reskrim yang baru untuk memfo­kuskan pengungkapan kasus ini,” katanya.

Baca Juga  Empat Pemain Sabu Dilipat di 3 TKP

Hal itu ia sampaikan  AKBP Wahyuni usai upacara pelepasan dan mutasi tiga perwira di Polres Bukittinggi yakni, Kasat Res­krim, Kapolsek Tilatang Kamang dan Kapolsek Palupuh.

“Dari perkembangan kini, pelaku tidak pernah menyalakan lagi ponselnya, tidak pernah berkomunikasi dengan keluarganya. Itu salah satu hambatan kami dalam melacak pelaku, tapi tetap kami optimis mengetahui kebera­daannya,” katanya.

Menurutnya, pelaku inisial ALD masih belum dite­tapkan sebagai DPO karena harus dilakukan pe­ngembangan terlebih da­hulu.

“Belum, kita harus me­laksanakan pengecekan atau lidik dulu kepada tersangka kasus penipuan ini,” katanya.

Sejauh ini, Polisi baru mendapatkan petunjuk da­ri ditemukannya sepeda motor milik korban di daerah Tanahdatar.

Baca Juga  Pegawai Bapenda dan Pemberi Uang jadi Tersangka, OTT Suap Pengurusan BPHTB,  Mahyeldi: Pemko Padang Komitmen Berantas Korupsi

Kasus Sapi Kurban terjadi di Kota Bukittinggi ber­tepatan dengan Hari Raya Idul Adha pada Sabtu (9/7). Puluhan jamaah mengalami kerugian karena hewan kurban yang telah dipesan dan dibayar­kan tidak kunjung datang di hari pe­nyembelihan.

Kerugian ada di Mushala Baitul Jannah dengan lima ekor sapi serta dua Kambing, Alumni SMA 3 dengan lima ekor sapi, dan Mushala At Taufiq sebanyak dua ekor sapi serta RS Bunda dengan satu ekor sapi.

Kerugian ditaksir mencapai Rp 250 juta, Pelaku yang sudah dilaporkan oleh masing-masing korban hing­ga saat ini menghilang dan belum terkejar oleh pihak kepolisian. (pry)