AGAM, METRO–Tiga hari tak kelihatan oleh warga, seorang pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam rumah orang tuanya di Dusun Sungai Lirih Jorong Tabek Panjang Nagari Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam, Sabtu (24/9) sekitar pukul 23.00 WIB.
Sontak saja. Penemuan mayat pria bernama Andiran Agusta (34) ini membuat geger warga setempat. Warga pun berdatangan hingga berkerumun untuk menyaksikan penemuan mayat tersebut.Tak lama berselang, Polisi pun tiba di lokasi melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap jasad korban.
Lantaran keluarga korban menolak dilakukan autopsi, Polisi pun membawa petugas Puskesmas ke lokasi untuk mengecek kondisi tubuh korban. Hasilnya, Polisi memastikan tidak ada tanda-tanda luka aniaya pada tubuh korban dan kuat dugaan korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Kasi Humas Polres Bukittinggi, AKP Sitinjak mengatakan, mayat itu ditemukan pertama kali oleh warga setempat. Korban ditemukan meninggal di dalam rumah orang tua setelah berhari-hari tidak keluar rumah. Setelah penemuan itu, warga melaporkannya ke Polsek lalu diteruskan ke Polres Bukittinggi.
“Tim Inafis Polres Bukittinggi melakukan identifikasi terkait meninggalnya korban dan petugas Puskesmas Baso melakukan pemeriksaan luar terhadap korban. Sejauh ini, hasil pemeriksaan, tidak ada luka pada tubuh korban. Keluarga juga tidak berkenan dilakukan autopsi karena pihak keluarga menerima kondisi keadaan meninggalnya korban,” kata AKP Sitinjak, Minggu (25/9).
Wali Nagari Tabek Panjang, Dony Suhendry mengatakan korban sudah tiga hari tidak dapat dihubungi oleh keluarga hingga menimbulkan kekhawatiran dan seterusnya dicari ke lokasi ditemukan korban.
“TKP merupakan rumah orangtua korban, ia sendiri beralamat di Sungai Sariak, warga curiga karena di rumah itu terkunci sementara televisi terus menyala sudah tiga hari, akhirnya didobrak oleh keluarganya “ katanya.
Dijelaskan Dony, korban ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi tertidur menghadap ke kanan di tengah rumah orang tua korban. Menurut tetangga ataupun keluarga korban, rumah itu memang sering kosong dan korban yang menghuni rumah itu sendirian.
“Keluarga korban mengaku korban tidak memiliki masalah apapun dan hanya mempunyai riwayat penyakit asma. Keluarga sudah mengikhlaskan dan langsung menguburkan korban di pemakaman keluarga di Tabek Panjang,” tutupnya. (pry)






