BERITA UTAMA

SDN 09 Payakumbuh Disatroni Maling, 16 Unit Laptop dan Uang Infak Raib

0
×

SDN 09 Payakumbuh Disatroni Maling, 16 Unit Laptop dan Uang Infak Raib

Sebarkan artikel ini
KEMALINGAN— Kondisi jendela ruangan guru di SDN 09 Payakumbuh yang disatroni maling.

PAYAKUMBUH, METRO–Sekolah Dasar (SD) Negeri 09 yang terletak di Kelurahan Ibuah, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, disatroni kawanan maling saat tidak ada aktivitas belajar mengajar. Akibat aksi kriminal itu, pihak sekolah menderita kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Banyaknya kerugian yang ditimbulkan lantaran 16 unit laptop yang merupakan aset pemerintah daerah (pemda) dan uang infak yang jumlahnya jutaan rupiah, raib dibawa kabur kawanan maling. Kuat dugaan, maling tersebut masuk dengan cara membongkar jendela ruangan guru dan ruangan belajar di sekolah tersebut.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira melalui Kasat Reskrim, AKP Akno Pilindo mengatakan, pencurian di sekolah itu diketahui pertama kali oleh penjaga sekolah pada Jumat (23/9) pada pukul 06.00 WIB. Penjaga sekolah mendapati ruangan guru dan ruangan belajar dalam kondisi acak-acakan.

Baca Juga  Oknum Satpol PP Padangpariaman jadi Pengedar, Ditangkap di Rumah Bandar

“Dari peristiwa yang telah dilaporkan ke Polres, pihak sekolah mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta akibat 16 unit laptop dan uang infak jutaan rupiah berhasil dibawa kabur pelaku,” kata AKP Akno, Minggu (25/9).

Menurut AKP Akno, setelah menerima laporan dari pihak sekolah, pihaknya kemudian mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, pihaknya pun masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas maling yang beraksi di sekolah tersebut.

“Kami masih terus memintai keterangan dari saksi-saksi dan mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap identitas pelakunya. Kuat dugaan, pelaku melancarkan aksinya tengah malam, disaat situasi sudah sepi,” ungkap AKP Akno.

Baca Juga  Pedagang Kedapatan Simpan Sabu dan Ganja

AKP Akno Pilindo me­nuturkan, pelaku masuk ke dalam ruangan di sekolah itu dengan cara merusak jendela lalu membuka besi terali. Setelah berhasil masuk ruangan, pelaku mengacak-acak seisi ruangan untuk mencari barang berharga. Sejumlah ruangan guru serta kelas diacak oleh pelaku.

“Penjaga sekolahnya ada, tapi tidak tidur disekolah. Harusnya ada rumah khusus di lingkungan sekolah untuk penjaga se­ko­lah. Kami mengimbau ke­pada sekolah-sekolah di Pa­yakumbuh untuk memili­ki penjaga sekolah yang tidur di sekolah demi kea­ma­nan,” harap Akno Polin­do. (uus)