PARIAMAN, METRO–Pemerintahan Arab Saudi kembali membuka akses bagi negara lain untuk menyelenggaraan haji namun dengan kuota terbatas. Untuk Pariaman sendiri hanya tersedia sebanyak 54 orang. Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama Komisi 9 mengatakan, pihaknya bersama mitra kerja dari Kementerian Kesehatan telah melakukan evaluasi terkait kesiapan jemaah haji.
“Kami bersama dengan pemerintah kota Pariaman dan pusat kesehatan haji Indonesia mencermati bahwa terkait dengan evaluasi haji memang ada antrian haji yang semakin panjang,” kata Ade Rezki di Pariaman, Kamis (15/9) pada acara sosialisasi kesehatan haji di Kota Pariaman.
Ia mengatakan, kuota untuk Pariaman sendiri ada sebanyak 54 orang. Jumlah tersebut sangat terbatas, hanya 1 per 3 dari serapan pada sebelum pandemi yaitu sebanyak 159 jemaah. “Jadi karena panjangnya antrian, saat ini sebagian besar para calon jamaah haji kita, sudah memasuki usia lanjut atau lansia,” kata Ade.
Untuk itu, kata Ade, umur calon jemaah haji yang banyak berusia lanjut pihaknya bekerjasama dengan pihak pusat kesehatan haji untuk memberikan bantuan kesehatan. Maka dari itu pihaknya melakukan pertemuan dengan para calon jemaah haji tersebut dengan memberikan pendampingan kesehatan serta cara-cara untuk tetap sehat.
Tidak hanya soal kesehatan dan pendampingan haji saja, DPR RI juga berupaya agar calon jemaah haji dari Indonesia bisa mendapat pelayanan prima dari Pemerintah Arab sendiri. “Karena negara kita penyumbang jemaah haji dengan jumlah banyak, maka Pemerintahan Arab harus lebih memperhatikan jemaah kita,”katanya.
Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pusat kesehatan haji untuk membuat standarisasi penyelenggaraan haji sebagai bentuk tolok ukur agar ada perlakuan istimewa bagi jemaah haji Indonesia.
Ia berharap ibadah haji yang akan dilaksanakan tahun ini berlangsung dengan aman dan jemaah haji tidak mengalami kendala kesehatan. (ozi)





