Pemerintah Kota Bukittinggi, mempertegas perlunya hubungan kerjasama dengan tokoh adat daerah setempat dalam menyelesaikan setiap permasalahan warga.
Hal itu disampaikan Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar dalam kegiatan silaturrahmi dengan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang se Kecamatan Guguak Panjang, Selasa.
Erman Safar menyampaikan silaturrahmi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk bidang adat budaya, menurutnya saat ini banyak masalah yang tidak tampak, namun terasa di tengah masyarakat.
“Saat ini, kepedulian antara kita menurun, untuk itu, Bukittinggi harus dibenahi secara bersama, agar generasi muda dapat menanamkan Adat Basandi Syara’ Syara’ Basandi Kitabullah dalam diri mereka,” kata Erman.
Wako mengatakan penambahan muatan lokal bidang pendidikan dilakukan secara masif untuk mengamankan generasi muda dari efek negatif perkembangan zaman dan kurangnya etika di tengah masyarakat.
Menurutnya, banyak anak anak yang tidak tahu dengan salahnya, mereka lebih dulu menerima informasi yang salah dari lingkungannya.
“Kita harus bersama kembalikan kebenaran adat dan akhlak etika, kepada mereka, ini tanggung jawab kita bersama. Jangan jadikan anak kemenakan kita jadi pecundang di usia emas mereka, dengan sejalannya Pemerintah dengan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Generasi muda Bukittinggi dapat menjadi tokoh terpandang di Indonesia yang memiliki akhlaq dan etika yang baik,” kata Wako menjelaskan.
Sementara itu, Camat Guguk Panjang, Yelrizon, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk mewujudkan silaturrahmi yang baik, antara pemerintah dengan Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan stakeholder terkait.
Kegiatan ini juga diisi dengan memperkenalkan adat Kurai pada masyarakat yang mungkin sudah lupa serta memasak kurai yang terdiri dari enam macam masakan.
“Kegiatan ini akan dilakukan penilaian, mulai dari memasak, mengarak jamba serta penyajian jamba dan pemenang nanti juga akan mendapatkan hadiah dari Wali Kota Bukittinggi,” ujar Yelrizon.
Tokoh Adat Panghulu Pucuak, Datuak Tumbaliak, mengapresiasi kegiatan silaturrahmi ini dan kegiatan pemerintahan yang berlandaskan kemasyarakatan, masih banyak persoalan masyarakat yang harus dibenahi.
“Pandemi COVID-19 mengganggu ekonomi masyarakat, ditambah lagi dengan naiknya BBM dan sembako, ini menjadi tantangan pemerintah untuk membantu warga. Kami apresiasi bantuan pemerintah di berbagai bidang termasuk penambahan muatan lokal, semoga ini dapat membantu masyarakat dan menyelamatkan generasi muda Kota Bukittinggi,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, dilaksanakan makan bajamba, yang diawali dengan longmarch Bundo Kanduang yang membawa talam berisikan jamba dari halaman Kantor Lurah Pakan Kurai ke Kantor Camat Guguk Panjang diiringi tambua tansa. (pry)





