METRO PESISIR

Bahu Penyangga Berlubang, Jembatan Titian Tigo Teramcam Ambruk

0
×

Bahu Penyangga Berlubang, Jembatan Titian Tigo Teramcam Ambruk

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Kondisi jembatan Lubang Batu Titian Tigo, di Korong Pasa Limau, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman yang menghubungkan jalur Bukittinggi-Padang, kini kondisinya terlihat sangat terancam ambruk.
Pasalnya, akibat hantaman banjir bandang beberapa waktu lalu sempat mengakibatkan ambrolnya bahu penyangga jembatan di kawasan itu. Hingga tak ayal di bagian bahu jembatan di kawasan itu kini terlihat adanya lobang berdiameter cukup besar, hingga mengancam kelangsungan jembatan tersebut.
“Kalau saja kerusakan jembatan ini tidak secepatnya diperbaiki secara permanen maka bisa saja dikhawatirkan akan ambruk, seperti jembatan Batang Kalu yang ada di Kayu Tanam, yang sempat ambruk akibat hantaman banjir bandang, beberapa waktu yang lalu,” terang Faisal, dan Khaidir dua warga setempat, kemarin.
Lebih jauh Faisal menyebutkan, kerusakan jembatan Lubang Batu atau jembatan Titian Tigo tersebut berawal akibat hantaman banjir bandang, atau bersamaan dengan ambruknya jembatan Batang Kalu di Nagari Kapalo Hilalang beberapa waktu lalu.
“Makanya harapan kita perbaikan terhadap kerusakan jembatan ini tentunya bisa lebih dipercepat lagi, karena dari hari ke hari, kondisi kerusakannya terlihat semakin memburuk, akibat terjadinya longsoran tanah yang berulang-ulang,” terangnya.
Menurut Faisal, jika kondisi kerusakan jembatan tersebut tidak mendapatkan perhatian yang serius, maka bisa saja nasibnya akan sama dengan jembatan Batang Kalu Kayu Tanam, yang sempat ambruk akibat hantaman banjir bandang beberapa waktu lalu.
Ditambahkannya, pihak terkait dari Provinsi sebelumnya memang telah berupaya mengatasi kerusakan ambrolnya tanah di sekitar bahu jembatan di kawasan itu, yaitu dengan cara memasang batu baronjong serta memasang rambu peringatan. “Namun hemat kita untuk bisa mengamankan jembatan tersebut rasanya tidak cukup hanya dengan memasang baronjong saja, namun perlu penanganan yang bersifat permanen, yaitu dengan cara betonisasi. Dan itu perlu secepatnya dilakukan,” harapnya.
Terpisah, Walinagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X II Kayu Tanam Taufik mengakui kerusakan jembatan Lubang Batu atau dikenal juga dengan sebutan jembatan Titian Tigo yang terdapat di Korong Pasa Limau, Nagari Kapalo Hilalang tersebut.
“Ambrolnya bagian bahu jembatan di kawasan itu akibat hantaman banjir bandang sekitar sebulan yang lalu, dan sampai saat ini kondisinya terlihat terus memburuk, terutama akibat sering longsornya material tanah di sekitar bahu jembatan tersebut,” terangnya.
Menurutnya, pihak terkait di tingkat tingkat Provinsi sebelumnya memang telah berupaya melakukan penanganan seperlunya, termasuk dengan memasang batu baronjong di bagian bawah jembatan. “Namun harapan kita kalau bisa jembatan ini sebaiknya dibeton secara permanen, karena kalau tidak seperti itu bisa saja berakibat lebih buruk ke depannya,” terangnya.
Hal itu menurut Taufik tentunya sangat beralasan, terlebih mengingat selain begitu fitalnya keberadaan jembatan penghubung di kawasan itu, termasuk banyak dimanfaatkan kendaraan bertonase besar, baik untuk menuju Kota Bukittinggi atau pun Kota Padang.
“Yang jelas kerusakan jembatan inikan merupakan kewenangan pihak Provinsi, karena jembatan tersebut berada di ruas jalan negara Padang-Bukittinggi, makanya kita berharap pihak terkait di tingkat Provinsi bisa secepatnya menentukan langkah penting untuk menyelamatkan jembatan ini,” terangnya.
Tidak hanya itu menurut Taufik, banjir bandang yang sempat menghantam sejumlah kawasan di Kabupaten Padangpariaman beberapa waktu lalu belakangan juga ikut mengancam keselamatan jembatan Titian Panjang juga di ruas jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di Nagari Kapalo Hilalang.

“Makanya harapan kita pihak terkait hendaknya bisa memeriksa kondisi kerusakan yang terjadi di beberapa jembatan yang ada di ruas jalan Padang-Bukittinggi ini. Karena kalau dibiarkan berlarut-larut akibatnya bisa akan sangat fatal terhadap akses perhubungan antar daerah,” terangnya.
Terpisah, Sekdakab Padangpariaman, Jonrpadi, mengakui jika musibah banjir bandang yang melanda Kabupaten Padangpariaman baru-baru ini, bisa saja mengancam keselamatan sejumlah jembatan penghubung transfortasi, tidak terkecuali ikut mengancam keselamatan sejumlah jembatan penghubung yang terdapat di ruas jalan Padang-Bukittinggi.
“Karena seperti diketahui, akibat beberapa kali musibah yang terjadi sebelumnya, baik itu akibat i banjir atau guncangan gempa, maka bisa jadi ada diantara jembatan penghubung yang berada di jalan negara tersebut telah bergeser dari posisinya semula, sehingga kondisinya bisa mengancam keselamatan jembatan tersebut,” terangnya.
Untuk itulah pihaknya sebut Jonpriadi tentunya sangat mendukung, jika sekiranya ada penelitian lebih jauh dari tim tekhnis dan program pengamanan lainnya yang dilakukan oleh pihak terkait di tingkat provinsi.(efa)