BERITA UTAMA

Dakwah Keliling Ormas Islam Dibatalkan

0
×

Dakwah Keliling Ormas Islam Dibatalkan

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Kegiatan dakwah keliling yang akan dilaksanakan beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Kota Padang usai perayaan malam tahun baru, Selasa (1/1) pukul 01.00 WIB, dengan berkeliling di jalan dibatalkan. Hal itu terjadi setelah pihak kepolisian melakukan koordinasi.
Rencananya, massa ormas Islam akan melakukan imbauan kepada masyarakat khususnya muda-mudi agar tidak keluyuran. Namun pada pukul pukul 01.30 WIB, pihak Polresta Padang yang mendapat informasi kegiatan tersebut langsung menemui massa yang berkumpul di Masjid Amal Palinggam, Kecamatan Padang Selatan.
Dari hasil koordinasi dan musyawarah itu akhirnya para penggawa ormas mempercayai pihak kepolisian bahwa nantinya tidak akan terjadi kegiatan-kegiatan yang melanggar peraturan serta yang berbaur maksiat yang dilakukan masyarakat usai malam tahun baru tersebut.
“Kami tidak ada sweeping, karena sudah dihalangi tadi kayaknya seperti itu kan, itu hak kepolisian. Tapi kalau ada maksiat terjadi di Kota Padang ini, di pinggir pantai yang menjadi ditargetkan itu, pak polisi yang nanggung risiko sendiri,” kata Koordinator Lapangan Dakwah Keliling, Abdul Hayyi kepada wartawan.
Meski batal, Abdul Hayyi mengungkapkan, massa dari berbagai ormas Islam yang ada akan tetap mengagendakan aksi penutupan terhadap tempat hiburan malam yang menyalahi aturan di Kota Padang. Namun untuk jadwal, masih menunggu dan belum bisa dipastikan.
“Lokasi tempat hiburan malam telah merusak generasi muda, seperti Juliet, House Station, Teebox, kita mengagendakan nanti (penertiban). Karena sudah banyak pelanggaran di situ, kami tetap mengarahkan ke penutupan,” tegasnya.
Abdul Hayyi mengatakan, tempat hiburan malam yang ada di Kota Padang selain lokasi lahirnya para pekerja seks komersial (PSK) serta maksiat juga menjadi tempat peredaran narkoba. Apalagi, katanya, dari 41 lokasi tempat hiburan malam yang ada hanya 14 yang berizin.
“Yang 27 lagi ilegal, yang 14 yang berizin itu juga bermasalah. Pelanggaran seperti di tempat karaoke itu seperti ada kamar mandi (dalam room), seharusnya tidak boleh. Kita tidak ingin ada maksiat di Kota Padang,” ujarnya.
Sementara itu dari pantauan POSMETRO di kawasan Pondok yang menjadi salah satu titik tempat hiburan malam di Kota Padang sejak pukul 23.13 WIB, telah dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Namun saat ditanyakan, polisi mengklaim keberadaan puluhan personel hanya untuk mengatur arus kendaraan mengurai kemacetan.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Yulmar Try Himawan sempat turun melakukan pengecekan. Tapi, ia enggan memberikan komentar saat akan diwawancarai dan mengarahkan wartawan untuk ke Kabag Ops Polresta Padang. “Sama Pak Kabag Ops saja, ya,” singkat Yulmar.
Masyarakat yang berkumpul di sekitar polisi berjaga, sempat disuruh agar meninggalkan lokasi dan berkumpul. Selain itu, tampak juga warung minuman dengan inisiatif menutup toko mereka. Tampak personel Brimob sempat berjaga-jaga di lokasi namun hanya beberapa menit lalu meninggalkan lokasi.
Waka Polresta Padang AKBP Kobul Syahrin Ritonga juga mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan. Namun usai puncak malam perayaan tahun baru, jajaran Polres Padang meninggalkan lokasi.
“(Keberadaan personel) ini hanya mengatur kemacetan lalu lintas biasa, kemudian kita datang kita urai. Kemudian rekan-rekan bisa lihat sendiri sudah lancar sendiri. Yang pasti memang padat arus lalulintas, parkir kurang beraturan setelah diatur sama rekan-rekan kita kemudian sudah lancar lagi,” kata Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Sigit. (rgr)