BERITA UTAMA

Polisi Ajak Masyarakat Sumbar Tolak Paham Radikalisme, Eks Napiter: Berbagai Cara Mereka Lakukan untuk Merekrut Anggota

0
×

Polisi Ajak Masyarakat Sumbar Tolak Paham Radikalisme, Eks Napiter: Berbagai Cara Mereka Lakukan untuk Merekrut Anggota

Sebarkan artikel ini
FGD— Susana Forum Group Discussion (FGD) terkait bahayanya paham radikalisme, terorisme dan intoleran.

PADANG, METRO–Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mengajak seluruh lapisan masyarakat Sumatra Barat (Sumbar) untuk bersama-sama menolak dan mencegah masuknya paham radikalisme, terorisme dan intoleran.

Hal itu disampaikan Tim Divhumas Polri di Pa­dang, Kamis (1/9). Dalam Forum Group Discussion (FGD) di aula Polresta Pa­dang itu, AKBP Erlan Mu­naji mengatakan, paham radikal dapat memecah belah persatuan bangsa Indonesia. Paham radikal juga dapat mengancam dasar ideologi Pancasila.

“Paham radikal itu bisa memecah belah persatuan bangsa Indonesia, dasar ideologi kita adalah Pan­casila. Maka mari kita ber­sama-sama menolak pa­ham radikal tersebut dan jangan sampai masuk di lingkungan kita,” kata Erlan Munaji di hadapan per­serta FGD.

Baca Juga  2 Mahasiswa Gugat UU Pilkada ke MK, Usia Cagub Minimal 30 Tahun dan Cawagub 29 Tahun

FGD dihadiri oleh tokoh adat, agama, masyarakat, pemuda, mahasiswa dan kelompok masyarakat lain­nya. Narasumber yang di­ha­dirkan, yakni Nasir Abas.

Nasir Abas menjelas­kan, paham radikal yang menga­rah pada terorisme dan intoleran merupakan hal bertentangan dengan ideo­logi Pancasila. Ditegas­kan, teroris tidak selalu identik dengan agama Islam.

“Karena teroris mem­punyai ideologi yang me­nentang Pancasila. Se­hing­ga, yang menjadi teroris adalah orang yang terpa­par dengan ideologi menen­tang Pancasila,” katanya.

Menurutnya, paham radikalisme menginginkan perubahan atau pemba­haruan sosial politik dengan cara kekerasan maupun drastis. Paham radikalisme yang menga­tasnamakan Islam saat ini, berkeinginan perang me­lawan pemerintah NKRI, mengganti sistem peme­rintahan NKRI menjadi khilafah.

Baca Juga  Tak Hanya Tambah Komisi jadi 13, DPR RI Resmi Bentuk Badan Aspirasi

“Berbagai cara mereka (kelompok radikal) lakukan untuk merekrut menjadi kelompoknya. Untuk itu, jangan sampai terpe­nga­ruh dengan tipu daya serta ajakan mereka ini. Islam itu agama yang rahmatan lil alamin,” kata Nasir Abas.

FGD ini diikuti oleh Wa­kapolresta Padang AKBP Yesi Kurniati, Kasat Bin­mas, Kasat Intelkam, dan beberapa perwakilan Bha­binkamtibmas. (rom)