METRO SUMBAR

Pabrik Pengelolaan Minyak Atsiri bakal Dibangun di Pessel

0
×

Pabrik Pengelolaan Minyak Atsiri bakal Dibangun di Pessel

Sebarkan artikel ini

PESSEL METRO–Pemerintah Daerah Pesisir Selatan melakukan terobosan inovatif dalam pengelolaan minyak atsiri. Dengan membangun pa­brik pe­ngelolaan minyak atsiri.  Kerja pe­ngelolaan minyak atsiri ini, dimana daerah lain menguntungkan ke gas dan listrik, justru disini mengunakan cang­kang sawit.

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul melalui PPK Mesin & Peralatan, Ismunandar mengatakan bahwa, seluruh me­sin (pe­nyulingan) bahan baku pembakaran memakai cang­kang sawit.

Ismundar mengung­kapkan, ide cangkang sa­wit sebagai bahan bakar, terangnya, berawal dari lokasi pendirian pabrik (Kecamatan Lunang Silaut) berdekatan dengan area kebun dan pabrik kelapa sa­wit (Incasi Raya dan Sapta).

Setiap hari, puluhan truk pengangkut ampas (cangkang sawit) terlihat melintas setiap harinya. “Ini seperti dapat dikelola jadi bahan bakar (bahan baku pembakaran untuk mesin), pengganti listrik dan gas. Upaya minimalisir biaya bahan bakar,” ujar Ismunandar.

Baca Juga  MTQ Motivasi dan Generasi Muda Cinta Al Quran

Lebih lanjutnya, untuk pengembangan pengelolaan minyak atsiri, pemkab Pesisir Selatan telah ber­koordinasi dengan pihak Balai Penelitihan Buah ( Balitbu) Tropika Aripan, Kabupaten Solok.

“Alhasil, dibawah bim­bingan Pak Indra Kusuma (tim ahli balitbu tropika), ide inovasi mengelola cangkang sawit pengganti gas dan listrik tadi pun menemui titik terang,” ucap Is­munandar.

Dengan menggandeng tim teknis  pembelian peralatan (pembuatan) dan mesin pun mulai dilakukan. Tujuan penggunaan cangkang sawit ini, sambung dia, bagaimana bisa memberdayakan bahan baku yang ada di daerah setempat. Serta, u­paya peningkatan ekonomi dan kesejah­teraan masyarakat sekitar.

Baca Juga  Wacana Biaya Setoran Awal Pendaftaran Haji Dinaikkan, Kepala BPKH Sampaikan Penjelasan

Pabrik dengan pagu investasi Rp 10,9 miliar dibiayai DAK  Kemenperin  APBN 2022.  Di bangun diatas lahan 9.960 meter per segi, dengan luas ba­ngunan  1.300 meter per segi di Nagari Lunang Barat

Kepala Dinas Perdagangan dan Transmigrasi Mimi Riarty Zainul me­nerangkan,  pabrik memproduksi minyak kayu pu­tih, minyak pala dan mi­nyak serei wangi. Dengan kapasitas mesin 6 unit tanki suling, diantaranya 3 unit kapasitas 1.000 liter, 2 unit 500 liter, dan 1 unit 50 liter.  “Dijadwalkan, pemba­ngu­nan pabrik selesai 31 De­sember tahun ini,” tambah Mimi. (rio)