METRO PADANG

Jelang Pergantian Tahun, Kondom Laris Manis

0
×

Jelang Pergantian Tahun, Kondom Laris Manis

Sebarkan artikel ini

Mayoritas Pembeli masih Usia Remaja
TARANDAM, METRO – Jelang pergantian tahun baru, ternyata tidak hanya petasan dan terompet yang laris manis. Akan tetapi, alat kontrasepsi juga menjadi buruan segelintir orang. Di sejumlah apotek dan toko obat di Kota Padang, ternyata penjualan alat kontrasepsi ini meningkat.

Ironisnya, pembeli alat kontrasepsi jenis kondom ini, tidak hanya dari kalangan dewasa (pasangan sudah menikah), akan tetapi juga banyak dari kalangan usia remaja. Entah untuk siapa mereka gunakan.
Menurut salah seorang pedagang apotek di kawasan Tarandam, berinisial RI (40), kenaikan penjualan kondom meningkat hingga 35 persen dari hari biasa. Bagi pedagang, tentu momen pergantian tahun baru menjadi sebuah keberuntungan.
“Sejak sepekan terakhir cukup banyak yang beli kondom. Usia bervariasi. Selain dewasa banyak juga dari kalangan remaja yang membeli kondom,” ungkap RI saat dijumpai POSMETRO, Minggu (30/12).
Kondom yang dibeli beraneka ragam mereknya, mulai dari Sutera, Fiesta, Artika, Durex dan Vivo, yang terbaru. Saat ini, stok kondom di apotek yang dijual terus berkurang. Terlebih, distributor belum menyetorkan lagi ke apotek milik RI.
“Pembelian kondom yang meningkat ini bukan hanya menjelang akhir tahun, tetapi juga mendekati musim liburan,” ucap RI.
Lalu, untuk harga kondom per kotak bervariasi jenisnya, mulai Rp16 ribu hingga Rp13 ribu. Rata-rata per biji paling rendah Rp2 ribu dan tertinggi Rp5 ribu. “Harga tergantung besar dan kecilnya barang,” sebutnya.
“Intinya semua tergantung selera pembeli,” lugas RI.
Pedagang lain juga mengaku, bahwa fenomena penjualan kondom jelang pergantian tahun entah sejak kapan terjadi. Meski demikian, para pedagang atau pemilik toko obat di kawasan Tarandam ini berharap, jika alat kontrasepsi itu bukan untuk dipakai hal yang negatif, seperti melakukan seks bebas.
Pol PP Siapkan Pengawasan
Untuk menciptakan rasa aman dan mencegah terjadinya maksiat di malam pergantian tahun baru 2019, Pemerintah Kota Padang mengerahkan 150 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang. Nantinya seluruh personil tersebut akan ditempatkan di titik-titik keramaian yang menjadi tujuan warga merayakan tahun baru.
Plt Kasat Pol PP Kota Padang Yadrison mengatakan, situasi di Kota Padang pada saat malam pergantian tahun baru, diprediksi masih sama dengan tahun sebelumnya. Ada beberapa titik yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat, sehingga sangat rawan terjadinya aksi yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan ketertiban umum.
“Melihat kerawanan itulah, pada malam pergantian tahun baru, kita akan menyebarkan personil di semua titik keramaian seperti Pantai Padang, Pantai Cimpago, Pantai Air Manis, kawasan Bukit Lampu, dan di titik lainnya. Di sana personel melakukan pengamanan dan juga pengawasan kegiatan masyarakat,” ulas Yadrison.
Yadrison menjelaskan, ditempatkan personel Pol PP di lokasi titik keramaian tersebut, selain untuk menciptakan rasa aman, juga dapat mengantisipasi terjadinya aksi maksiat. Mengingat, pergantian malam tahun batu ini akan ramai muda mudi berkumpul hingga dini hari.
Selain menempatkan personel untuk pengamanan pergantian tahun, Yadrison menjelaskan Satpol PP juga melakukan pengawasan dengan merazia tempat-tempat rawan maksiat, seperti hotel, kosan, dan penginapan. Hal ini untuk mencegah adanya pasangan ilegal yang memanfaatkan lokasi itu untuk maksiat.
“Kita tugasnya bukan pengamanan, tapi jika ada ditemukan pelanggaran perda selama malam pergantian tahun akan kita tindak tegas. Dan, kita akan lakukan razia di beberapa tempat rawan maksiat. Pemko Padang sudah komit untuk memberantas maksiat, miras, zina dan LGBT yang ada di Kota Padang,” ujar Yadrison.
Yadrison berharap agar masyarakat yang merayakan tahun baru, tetap mematuhi aturan dengan tidak melakukan maksiat maupun kegiatan yang menganggu kenyamanan dan ketertiban. Selain itu, pemilik hotel, kos-kosan dan penginapan diimbau untuk tidak menerima tamu yang bukan suami istri.
“Semua penginapan maupun hotel yang di Kota Padang kita harap untuk tidak menerima tamu yang bukan suami istri untuk menginap, dan bagi masyarakat diimbau untuk menjaga anak kemenakannya selama malam pergantian tahun. Mari kita sama-sama menjaga kota ini bersih dari maksiat,” pungkas Yadrison. (rgr)