SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Jadi Narasumber Coaching ASN di Sijunjung, Mendagri: Potensi Daerah harus Dikelola dengan Baik

0
×

Jadi Narasumber Coaching ASN di Sijunjung, Mendagri: Potensi Daerah harus Dikelola dengan Baik

Sebarkan artikel ini
Coaching ASN— Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof.Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi menghadiri kegiatan kegiatan coaching ASN saat berkunjung ke Kabupaten Sijunjung, Selasa (9/8).

SIJUNJUNG, METRO–Memiliki kelebihan di sektor pertanian dan peternakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof.­Muhammad Tito Karnavian, Ph.D mengatakan Kabupaten Sijunjung perlu memaksimalkan potensi yang ada untuk mewujudkan pembangunan da­­­erah. Hal itu disampaikan Mendagri saat menjadi narasumber dalam kegiatan coaching ASN saat berkunjung ke Kabupaten Sijunjung.

Kegiatan coaching untuk ASN di lingkungan Pemkab Sijunjung itu diikuti ASN mulai di tingkat kecamatan, penyuluh pertanian, sekolah dan pemerintahan nagari secara virtual. “Sijunjung memiliki keunggulan di bidang pertanian dan peternakan, kelola pertanian itu dengan baik” tutur Men­dagri di Sijunjung.

Kedatangan Mendagri didampingi Gubernur Sum­bar Mahyeldi, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Wakil Bupati H.­Iraddatillah, Forkopimda dan jajaran perangkat da­erah lainnya. Pada Selasa (9/8).

Datang ke Sijunjung, Mendagri sekaligus me­resmikan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Sijunjung sebelumnya, diantaranya penandatanganan prasasti pembangunan Kantor Bupati, RTH Logas Muaro Sijunjung dan RSUD Sijunjung.

Pada kegiatan itu, Tito Karnavian lebih memberikan motivasi untuk membuka wawasan ASN dalam mengembangkan potensi yang ada. “Perlu dipikirkan bersama membangkitkan pertanian, peternakan dan perkebunan karena Sijunjung memiliki potensi di sana,” ujar Mendagri me­lanjutkan.

Dikatakannya, seba­nyak 240 ribu lebih penduduk Kabupaten Sijunjung, tetapi lama sekolahnya dibawah rata-rata nasional dan propinsi. “Ha­nya 6 persen yang tamat perguruan tinggi, 19 per­sen tamat SMA/sederajat, dan 27 persen tidak tamat SD,” kata Men­dagri melanjutkan.

Menurutnya, ada dua langkah pembaharuan yang perlu dilakukan di Sijunjung untuk membangkitkan pembangunan da­erah. “Rakyat Sijunjung harus punya pendidikan yang baik, pendidikan dibidang perkebunan,  peternakan, perikanan. Fo­kuskan anggaran untuk pendidikan dan pemberdayaan sumber daya ma­nusia (SDM),” terangnya.

Pendidikan merupakan prioritas dan menjadi kunci pembangunan suatu daerah. “Bupati dan DPRD harus fokus, jangan ha­­nya berpikiran Pokir (pokok pikiran) dan kegiatan fisik yang tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga lebih diperhatikan. “Ma­sya­rakat Sijunjung harus sehat, apalagi topografinya berbukit sangat mendu­kung terhadap aktivitas yang menyehatkan, di sisi lain fasilitas dan pelayanan kesehatan juga menjadi kunci,” sebutnya.

Mendagri juga me­nying­gung tingginya angka stunting di Kabupaten Sijunjung. Pihaknya me­ngatakan butuh dukungan dan kerjasama banyak pihak untuk menekan angka stunting di Sijunjung.

“Berdayakan pemerintahan desa, PKK, maupun posyandu sehingga dilakukan pendataan terhadap ibu hamil yang tergolong keluarga kurang mampu. Edukasi mengenai stunting perlu digencarkan di tengah masyarakat de­ngan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Sijunjung,” paparnya. (ndo)