SIJUNJUNG, METRO–Memiliki kelebihan di sektor pertanian dan peternakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof.Muhammad Tito Karnavian, Ph.D mengatakan Kabupaten Sijunjung perlu memaksimalkan potensi yang ada untuk mewujudkan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Mendagri saat menjadi narasumber dalam kegiatan coaching ASN saat berkunjung ke Kabupaten Sijunjung.
Kegiatan coaching untuk ASN di lingkungan Pemkab Sijunjung itu diikuti ASN mulai di tingkat kecamatan, penyuluh pertanian, sekolah dan pemerintahan nagari secara virtual. “Sijunjung memiliki keunggulan di bidang pertanian dan peternakan, kelola pertanian itu dengan baik” tutur Mendagri di Sijunjung.
Kedatangan Mendagri didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir, Wakil Bupati H.Iraddatillah, Forkopimda dan jajaran perangkat daerah lainnya. Pada Selasa (9/8).
Datang ke Sijunjung, Mendagri sekaligus meresmikan sejumlah pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemkab Sijunjung sebelumnya, diantaranya penandatanganan prasasti pembangunan Kantor Bupati, RTH Logas Muaro Sijunjung dan RSUD Sijunjung.
Pada kegiatan itu, Tito Karnavian lebih memberikan motivasi untuk membuka wawasan ASN dalam mengembangkan potensi yang ada. “Perlu dipikirkan bersama membangkitkan pertanian, peternakan dan perkebunan karena Sijunjung memiliki potensi di sana,” ujar Mendagri melanjutkan.
Dikatakannya, sebanyak 240 ribu lebih penduduk Kabupaten Sijunjung, tetapi lama sekolahnya dibawah rata-rata nasional dan propinsi. “Hanya 6 persen yang tamat perguruan tinggi, 19 persen tamat SMA/sederajat, dan 27 persen tidak tamat SD,” kata Mendagri melanjutkan.
Menurutnya, ada dua langkah pembaharuan yang perlu dilakukan di Sijunjung untuk membangkitkan pembangunan daerah. “Rakyat Sijunjung harus punya pendidikan yang baik, pendidikan dibidang perkebunan, peternakan, perikanan. Fokuskan anggaran untuk pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM),” terangnya.
Pendidikan merupakan prioritas dan menjadi kunci pembangunan suatu daerah. “Bupati dan DPRD harus fokus, jangan hanya berpikiran Pokir (pokok pikiran) dan kegiatan fisik yang tidak tepat sasaran,” ungkapnya.
Selain pendidikan, sektor kesehatan juga lebih diperhatikan. “Masyarakat Sijunjung harus sehat, apalagi topografinya berbukit sangat mendukung terhadap aktivitas yang menyehatkan, di sisi lain fasilitas dan pelayanan kesehatan juga menjadi kunci,” sebutnya.
Mendagri juga menyinggung tingginya angka stunting di Kabupaten Sijunjung. Pihaknya mengatakan butuh dukungan dan kerjasama banyak pihak untuk menekan angka stunting di Sijunjung.
“Berdayakan pemerintahan desa, PKK, maupun posyandu sehingga dilakukan pendataan terhadap ibu hamil yang tergolong keluarga kurang mampu. Edukasi mengenai stunting perlu digencarkan di tengah masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat di Sijunjung,” paparnya. (ndo)






