BERITA UTAMA

Wabah PMK Kian Merebak di Sijunjung, Puluhan Hewan Ternak Terinfeksi

0
×

Wabah PMK Kian Merebak di Sijunjung, Puluhan Hewan Ternak Terinfeksi

Sebarkan artikel ini
MENDATA— Kapolsek Sijunjung AKP Usman Nurwidi melakukan pendataan hewan ternak milik warga di Nagari Pematang Panjang yang terinfeksi PMK.

SIJUNJUNG, METRO–Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang he­wan ternak di Kabupaten Sijunjung semakin merebak. Pasalnya, dari hasil pengecekan yang dilakukan personel Polsek Sijunjung dite­mukan puluhan ekor ternak jenis sapi dan kerbau milik warga yang sudah terinfeksi PMK.

Anggota Bhabinkamtibmas Na­gari Pematang Panjang, Aipda Yuskendra. didampingi aparat Na­gari Pematang Panjang mengun­jungi peternak sapi yang ada di daerah tersebut untuk mela­kukan pemantauan dan pe­ngawasan.

Dari hasil peman­tauan di lapangan, ter­nak milik warga di Jo­rong Sitampuang Na­gari Pematang Panjang, Kecamatan Sijunjung berjumlah 59 ekor kerbau, hampir seluruhnya terjangkit wabah PMK.

“Sebagian ternak yang terjangkit sudah bisa kem­bali berjalan, namun masih dalam kondisi pin­cang dan empat ekor da­lam kondisi lumpuh,” tutur Kapolsek Akp Usman Nur­widi melalui Kasubag Hu­mas Polres Sijunjung, AKP Nasrul Nurdin.

Selain itu, di Jorong Limau Sundai Nagari Pe­matang Panjang juga dite­mukan tiga ekor sapi dengan kondisi lumpuh dan mulut berbusa. “Banyak ternak masyarakat yang terjangkit, karena penu­laran wabah ini sangat cepat,” ujarnya.

“Masih di jorong yang sama, juga ditemukan 12 ekor kerbau dan 11 ekor sapi yang terjangkit PMK. Kondisi ternak saat ini, sudah bisa berdiri namun masih lemah, tidak bisa berjalan jauh,” sebutnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Si­jun­jung Ir Ronaldi menje­laskan, hingga kini pihak­nya terus berupaya untuk pemberikan vaksin PMK kepada  hewan ternak di sejumlah keca­matan. Ha­nya saja, vaksin PMK un­tuk hewan ternak didistri­busikan oleh peme­rintah pusat melalui Ke­mentrian Pertanian.

“Pengajuan vaksin te­tap kita lakukan, karena memang disediakan oleh pemerintah pusat. Sebagai antisipasi, kita juga me­ngalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin ini,” terangnya.

Menurut Ronaldi, pi­haknya masih terus mela­kukan pendataan hewan ternak di wilayah Sijunjung untuk dilakukan vaksinasi PMK. Namun ketersediaan dosis vaksin PMK masih belum mencukupi untuk keseluruhan hewan ternak di Sijunjung.

“Tetap lakukan penga­wasan dan observasi ter­ha­dap hewan ternak yang terinfeksi, dan selalu ber­konsultasi kepada petugas penyuluh di lapangan,” pungkasnya. (ndo)