KAMPUNG PINANG, METRO – Merasa bosan karena sudah berulangkali menyampaikan aspirasi untuk perbaikan jalan mulai dari Kampung Pinang, Kuranji hingga Lambung Bukit, Pauh, tak kunjung direspon, ratusan warga turun ke jalan melakukan aksi menanam puluhan batang pohon pisang di sepanjang ruas jalan tersebut, Rabu (26/12).
Aksi penanaman pohon pisang yang dilakukan sejak pukul 10.00 WIB itu, tidak hanya dilakoni kaum bapak-bapak, para amak-amak juga turun membantu membawa pohon pisang yang akan ditanam. Penanaman puluhan batang pisang ini merupakan hasil kesepakatan warga sebagai bukti kekecewaan terhadap pemerintah.
“Sudah berulang kali kami meminta jalan ini diperbaiki. Bahkan, sudah sekitar 10 tahun lamanya. Aspirasi sudah kami sampaikan melalui musrenbang dan juga langsung kepada anggota dewan yang berasal dari Pauh dan Kuranji, akan tetapi tak pernah terealisasi. Penanaman pohon pisang ini adalah bukti kekecewaan masyarakat kepada pemerintah,” ungkap salah seorang warga yang ikut menanam pohon pisang tersebut kepada wartawan.
Warga berharap dengan aksi yang mereka lakukan, bisa membuka hati pemerintah Kota Padang untuk segera melakukan pembangunan infrastruktur di daerah mereka. Menurut warga, akses jalan Kuranji (Pauh IX) ke Lambuang Bukik ini merupakan sarana jalan alternatif yang urgen keberadaannya.
Kenapa tidak, jalan tersebut merupakan jalan pintas bagi mahasiswa yang bermukim di Belimbing menuju ke kampus Unand yang terletak di bagian selatan Pauh. Namun sayang, bertahun-tahun lamanya jalan tersebut dibiarkan rusak dan berlubang.
Bahkan, pada saat hari hujan melintas di jalan ini sungguh menyeramkan. Apalagi pada saat malam hari. Kedalaman air di lubang yang tersebar di sepanjang jalan yang sudah mirip kubangan kerbau, menjadi ancaman bagi pengendara. Jika tidak hati-hati, bisa masuk lubang dan berakibat fatal.
Selain genangan air yang membuat permukaan lubang jalan tertutupi, material tanah yang terbawa arus air dari bukit juga menumpuk di badan jaan. Akibatnya jalan jadi licin dan menyeramkan. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara, khususnya roda dua.
Nur Aini, seorang amak-amak Kampung Pinang menyampaikan kekecewaannya. Katanya, ada sekitar 2,5 km ruas jalan dari Simpang Kuranji Hingga ke Lambung Bukit. Mayoritas kondisi jalannya rusak karena banyak lubang.
“Sering pengendara motor kecelakaan di kawasan ini. Bahkan, sudah ada yang meninggal. Jalan ini adalah akses bagi anak-anak kami dari Kuranji yang ingin kuliah ke kampus Unand. Jalan ini juga digunakan anak-anak kami bermain sepeda. Kami berharap pemerintah segeralah memperbaikin jalan ini,” ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Hasan Basri, warga Simpang Kuranji. Dia juga mengatakan sudah berulang kali jalan tersebut diminta untuk segera diperbaiki. Akan tetapi sampai saat ini belum terlihat upaya pemerintah memperbaikinya.
“Di daerah lain, kami lihat pembangunan jalan sudah sangat bangus. Kenapa di daerah kami sampai hari ini belum juga di bangun-bangun,” ungkapnya.
Selain itu, warga juga mengancam, jika pemerintah belum juga memperbaiki jalan tersebut warga sepakat akan menutup akses jalan tersebut. “Lebih baik jalan ini ditutup, dari pada korban semakin banyak bertambah,” ungkapnya.
Menurut keterangan warga, Jalan Kampung Pinang juga merupakan akses utama untuk memasarkan hasilnya bumi mereka ke Pasar Banda Buek, selain ke Pasar Raya Padang. Artinya, jalan tersebut bukan sekadar sarana transportasi, tapi mendukung segala aspek, perekonomian, budaya adat dan sosial.
Masyarakat berharap, OPD terkait di lingkungan Pemko Padang memperhatikan aspirasi masyarakat. Minimal OPD terkait bisa mengantisipasi dengan menambal lubang lubang yang nyaris terdapat di sepanjang jalan tersebut. Sebab, ketika dibiarkan begitu saja, korban kecelakaan akan terus bertambah. Sebab, sebelumnya sudah sering terjadi korban kecelakaan lalulintas.
Sementara itu, Anggota DPRD Padang Dapil Kuranji, Zulhardi Z Latif meminta OPD terkait untuk mengantisipasi jalan Kampuang Pinang – Lambuang Bukik dilakukan rehabilitasi. Minimal mengantisipasi lubang lubang sejalan sepanjang lebih kurang 2 kilometer tersebut. Karena kondisi jalan sekarang cukup memprihatinkan, sangat tidak nyaman jika ditempuh.
“Sebab solusinya akhir tahun hanya mungkin diusahakan dengan penambalan penambalan saja. Kalau dilakukan pengaspalan menyeluruh butuh anggaran yang disetujui dewan,” ujar Zulhardi.
Menanggapi aksi dan keluhan warga tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Fatri Arman, melalui Kabid Bina Program Jasa, Fadly mengatakan, jalan Kampung Pinang akan diperbaiki pada 2019 dengan dana DAK. Anggaran sudah dianggarkan, tinggal pelaksanaan saja.
“Tahun 2019 kita perbaiki dengan dana DAK. Dananya sudah dianggarkan,” sebut Fatri.
Fadly mengungkapkan, diperkirakan pada awal 2019 nanti, akan dimulai dengan proses lelang. Kemudian dilanjutkan dengan kontrak dan pengerjaan. “Masyarakat kita harapkan tenang, tahun depan akan kita perbaiki. Anggarannya sudah ada,” ulasnya. (boy/tin)





