SOLOK, METRO–Komoditi beras bagi Kota Solok, dinilai sudah menjadi sebuah industri. Atas dasar itu Pemko Solok terus berupaya melakukan inovasi teknologi untuk mendukung produksi beras di Kota Solok. Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ikhvan Marosa mengatakan saat ini komoditi beras sudah menjadi sebuah industri bagi Kota Solok. Sehingga perlu berupaya meningkatkan produksi beras serta menjaga ketersediaan beras bagi konsumen.
“Masa panen harus singkat, tanpa mengurangi kualitas dan kemurnian beras, apalagi teknologi untuk mencapai itu sudah ada, dan tinggal memanfaatkannya saja,” ujarnya.
Dikatakan Ikhvan Marosa , salahsatu jenis beras yang menjadi perhatian Pemko Solok dan menjadi primadona beras jenis Anak Daro. Namun jenis beras ini sudah banyak petani yang enggan menanam jenis beras tersebut. Alasanya lantaran usia panennya lebih lama dibanding beras jenis lainnya sehingga petani lebih memilih jenis padi lain.
“Untuk mengejar jumlah panen per tahunnya, petani di Kota Aolok lebih mengutamakan jenis Cisokan yang usia panennya lebih pendek, dan bisa dipanen rata-rata 4 kali dalam satu tahun. Sedangkan Anak Daro membutuhkan waktu yang lama untuk dipanen, dan biasanya hanya 3 kali tanam dan panen dalam setahun,” sebutnya.
Kemudian, Ia juga menyebut, tahun lalu, Pemko Solok juga sudah menjalin kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dengan melakukan rekayasa genetika untuk memperpendek umur tanaman padi Varietas Anak Daro. BATAN berupaya untuk memperpendek umur tanaman padi Anak Daro dari 135-145 hari menjadi 120 hari saja.
“Hasil penelitian itu, sudah diuji coba di Desa Mandiri Benih (DMB) Mutiara Tani Kelurahan Tanahgaram, DMB Sembiko di Kelurahan IX Korong, dan DMB Guguk Lancing Makmur di Kelurahan Simpangrumbio,” aku Ikhvan Marosa.
Tak hanya itu, masing-masing DMB juga memiliki peran untuk ketersediaan benih padi Anak Daro di Kota Solok. Benih keluaran dari DMB tentunya sudah memiliki sertifikat karena setiap padi yang akan dihasilkan selalu di cek terlebih dahulu oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih di Bukittinggi dan Dinas Pertanian Kota Solok.
DMB di Kota Solok juga selalu berupaya untuk mengembangkan padi varietas Anak Daro, sehingga padi Anak Daro ini selalu tersedia bagi petani di Kota Solok. Selain dimanfaatkan oleh petani Kota Solok, padi Anak Daro yang dihasilkan oleh DMB didistribusikan ke luar kota. “Hal ini dapat dilihat dari banyaknya permintaan benih dari luar Kota Solok seperti Kabupaten Sijunjung dan Mentawai,” jelasnya. (vko)





