SOLOK/SOLSEL

Produk Sampah Satu Hari di Kota Solok Capai 45 Ton

1
×

Produk Sampah Satu Hari di Kota Solok Capai 45 Ton

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO–Pemanfaatan dan pe­ngolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan media budidaya maggot salah satu upaya mengatasi persoalan sampah. Kepala Dinas lingkungan Hi­dup Kota Solok, Zulkifli mengatakan, produksi sam­pah Kota Solok dalam sehari bisa mencapai lebih kurang 45 ton. Angka tersebut bisa naik dalam momen tertentu, seperti bulan Ramadhan. Sebagian diantaranya merupakan sampah organik.

“Produksi sampah Ko­ta Solok per tahun bisa mencapai sekitar 19.663 ton. Sementara yang terolah dan termanfaatkan ba­ru 15,10 persen. Selebihnya tertangani dan bermuara di TPA,” terang Zulkifli.

Dengan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos, akan me­ngurangi beban pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan akhir (TPA). Selain itu juga bisa membawa manfaat besar untuk pengembangan sektor per­tanian.

Dalam pengembangan program pengolahan sampah organik tersebut, Zulkifli juga mendapat kesempatan langsung untuk me­ngikuti high level trip organic waste project bersama delegasi Indonesia di Denmark. Dari perjalanan itu, semakin menambah khazanah teknik pengolahan sampah organik menjadi lebih bermanfaat.

Selain mengelola sampah organik menjadi pro­duk kompos, kata Zulkifli, hasil olahan sampah juga bisa menjadi pakan untuk budidaya maggot. Saat ini, pihak DLH Kota Solok tengah melakukan pengembangan, nantinya akan disosialisasikan kepada ma­syarakat. Minimal, sampah organik rumah tangga bisa termanfaatkan.

“Kita sudah memiliki rumah kompos yang diba­ngun dengan dana DAK 2021. Prosesnya nyaris sama dengan di Denmark, sampah organik yang terkumpul diproses sekitar 21 hari, hasil prosesing akan dibawa ke rumah kompos. Produknya bisa kompos padat dan cair,” jelasnya. DLH Kota Solok menargetkan, 24 persen dari produksi sampah di Kota Solok termanfaatkan. Selain me­lalui program kompos dan maggot juga melalui program pembinaan terhadap depo pemanfaatan kardus, besi, aluminium dan pe­ngolahan plastik. (vko)