METRO SUMBAR

Lapangan Merdeka Tempat Pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha, Setelah 20 Tahun Tidak Digunakan, kini Kembali Digunakan

0
×

Lapangan Merdeka Tempat Pelaksanaan Shalat Hari Raya Idul Adha, Setelah 20 Tahun Tidak Digunakan, kini Kembali Digunakan

Sebarkan artikel ini
SHALAT—Wako H Genius Umar, wawako dan wakil ketua DPRD serta jamaah saat shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka.

Laporan: Efanurza Kota Pariaman

Setelah lebaran Idul­fitri tahun kemarin gagal melaksanakan sholat iduladha di Lapangan Merdeka Kota Pariaman, karena hujan, namun sekarang alhamdulillah, lebaran iduladha sekarang dapat m­elak­sanakan Sholat Idul Adha tahun 1443 H/2022 M. Artinya, Lapangan Merdeka Kota Pariaman, setelah lebih kurang 20 tahun lamanya tidak digunakan se­karang dapat dilaksanakankegiatan keagamaan dan kegiatan lainnya.Ini sebuah kemajuan untuk Kota Pariaman menuju kota tujuan wisata dan perdaga­ngan.

Wali Kota Pariaman Genius Umar menjelaskan, bahwa pemerintah Kota Pariaman telah menepati janjinya kepada tokoh-tokoh masyarakat Kota Pariaman, untuk merevitalisasi dan mengembalikan fungsi historis lapangan merdeka ini, sebagai sarana pertemuan warga Kota Pariaman.

Lapangan ini akan menjadi meeting point bagi ma­syarakat Kota Pariaman, apakah sebagai tempat kegiatan olahraga, kegiatan pariwisata, juga kegiatan keagamaan, seperti tempat melaksanakan sholat id dihari-hari besar Islam. “Sa­ya sangat bersyukur sekali, dengan cuaca yang cerah lantunan takbir, tahmid, dan tahlil, bisa berkumandang kembali di lapangan ini. Walaupun ada perbedaan dalam pelaksanaan sholat idul adha, ini merupakan suatu hal yang biasa, ja­ngan dijadikan sebagai hal untuk diperdebatkan, karena perbedaan itu adalah rahmat bagi kita semua, seperti yang disampaikan oleh Ustad Jhoni Efendi selaku Khatib Sholat Idul Adha hari ini,” ungkapnya.

Genius Umar juga me­nyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat, yang telah mendukung pembangunan di Kota Pariaman, baik itu pembangunan fisik maupun pembangunan non fisik, sehingga Kota Pariaman semakin maju ke de­pannya.

Sementara itu dalam tausyiyah yang disampaikannya, Ustad Jhoni Efendi mengatakan, sebagai seo­rang pemerintah, hendak­nya kita benar-benar me­yakini bahwa melakukan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah SWT, ma­ka apapun resikonya harus dilaksanakan sepenuhnya. Kita sebagai rakyat, ketika pemerintah menjadi khalifah Allah di muka bumi ini memerintahkan kita, ma­ka lakukanlah perintah ter­sebut.

“Dan Insya Allah,  pemerintah kita yang begitu religius, yang selalu memperhatikan hak-hak fakir miskin dan selalu menuntaskan segala bentuk kemiskinan di Kota Pariaman ini, akan menjadikan Kota Pa­riaman sebagai Kota yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Mari kita taati pemimpin kita, karena pemimpin kita akan selalu memperhatikan kita dan unsur-unsur nilai keagamaan yang ada diantara kita,” ulas Jhoni Efendi.

Sebelumnya, Pemko Pa­riaman juga telah melaksanakan takbiran pertama kali dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1443 H/ 2022 M di Lapangan Merdeka Kota Pariaman. Takbiran juga dihadiri oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mah­yuddin, Ketua DPRD, Fitri Nora, Forkopimda, Sekdako Pariaman, Yota Balad, Asisten II Elfis Candra, Ketua TP PKK Ny.Lucyanel Genius, Ketua GOW Ny. Indriati Mardison, Kepala OPD di­lingkungan Pemko Pariaman, niniak mamak, bundo kanduang dan masyarakat Kota Pariaman. “Alhamdulilah, hari ini kita melaksa­nakan takbiran dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1443 H/ 2022 M,” ujarnya.

Genius Umar juga me­nuturkan bahwa ini kali pertama kita lakukan kembali untuk tempat melaksanakan takbiran di Lapangan Merdeka yang kita fungsikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat khu­­susunya kegiatan yang bersifat keagaman. “Mu­dah-mudahan besok, acara kita lancar dan kaum muslim dan muslimat yang belum melaksanakan Shalat Idul Adha, kami menghimbau agar besok bisa hadir beramai-ramai melaksanakan shalat Ied,” ulasnya.

“Khusus kepada ASN dan jajaran kemenag diharapkan bersama-sama kita laksanakan Shalat Idul Adha di Lapangan Merdeka yang kita banggakan ini. Semoga dengan semangat kebersamaan, semangat rela bekorban dapat dijadikan sebagai momentum untuk membangun Kota Pariaman yang lebih baik,” tandasnya mengakhiri.(***)