PAYAKUMBUH/50 KOTA

Gubernur Tanam Perdana Jagung di Lahan 20.000 Hektare

0
×

Gubernur Tanam Perdana Jagung di Lahan 20.000 Hektare

Sebarkan artikel ini
TANAM JAGUNG— Bupati Limapuluh Kota menanam jagung bersama Gubernur di Kecamatan Kapur IX.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Gebrakan Kabupaten Limapuluh Kota untuk swasembada jagung de­ngan perluasan areal ta­nam jagung seluas 20.000 hektar terus diintensifkan.  Teranyar giliran lahan perkebunan kepala sawit dilirik untuk penerapan pola integrasi jagung-sa­wit untuk memacu pro­duksi jagung di  Limapuluh Kota.  Langkah itu digulirkan melalui aktivitas  tanam perdana jagung di lahan bukaan baru kelapa sawit oleh Gubernur Su­matera Barat Mahyeldi dan Bupati Safaruddin di Banja Ronah, Kecamatan Pangkalan, Senin (11/7).

“Kita menghargai lang­kah-langkah yang dilakukan Pak Bupati, untuk terus merealisasikan  pe­nanaman jagung 20.000 hektar, termasuk pemanfaatan lahan dimana kelapa sawit baru ditanam untuk budidaya jagung,” ka­ta Gubernur Mahyeldi. Tanam perdana ini menggenapi kunjungan kerja Gubernur Sumbar selama dua hari, terhitung sejak Minggu kemarin di Kabupaten Limapuluh Kota.

Tampak hadir di ke­sempatan itu, Wakil Ke­tua DPRD Syamsul Mikar, Ke­tua TP PKK Nevi Safaruddin, Sekretaris DPTPH Pro­vinsi Sumbar Ferdinal, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Witra Porsepwandi, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Devi Kusmira, To­koh Usahawan Kapur IX Santo, Camat Pangkalan,  Wali Nagari Pangkalan Koto Baru, dan Wali Nagari Gunung Malintang.

Ditambahkan Gubenur Mahyeldi, program pe­ningkatan produksi jagung di Limapuluh Kota sudah tepat. Disamping untuk pasokan lokal, juga akan berkontribusi untuk kebutuhan Sumbar. “Kebutuhan Sumbar, untuk November kita butuh 16.000 ton jagung, memasok industri pakan ternak,” ucap Gubernur.

Bupati Safaruddin saat penanaman perdana me­ngatakan integrasi jagung dengan sawit akan terus dikembangkan sesuai potensi lahan tersedia. “Ini akan terus kita pacu per­kembangannya, untuk tahap awal ini kita dorong penumbuhan seluas 30 hektar dari potensi lahan sawo 60 hektar “ ujar Bupati Safaruddin.

Di sisi lain, Kepala Distanhortbun Witra Porsepwandi mengatakan kesediaan pemilik lahan sawit untuk integrasi dengan jagung tak lepas dari pendekatan oleh Bupati Safaruddin.  Untuk tahap awal, integrasi jagung sawit seluas  30 hektar akan diberi peluang kepada kelompok tani di Banja Ronah. “Se­lebihnya, kita akan dorong pemilik lahan untuk tanam jagung juga, jadi antara kelompok tani dan pe­ngusaha sawit akan saling bersinergi,” ujar Witra.

Pola ini kata Witra akan terus dikembangkan kepada sejumlah areal potensi lainnya di Kecamatan Pang­­kalan Koto Baru dan Kapur IX. Untuk pemenuhan benih dan sarana pro­duksi, khusus untuk kelompok tani akan dibidik skema program integrasi ja­gung dengan komoditi per­kebunan di Provinsi dan Kementerian Pertanian.

“Usaha kita dengan pola integrasi jagung-sa­wit, bakal kita laporkan kepada Kementrian Pertanian apakah melalui Pro­vinsi atau langsung, se­hingga inovasi pemanfaatan areal tanam ini men­dapat bantuan pengembangan,” jelas Witra. (uus)