METRO SUMBAR

PMK Berdampak Terhadap Penurunan Produksi Daging di Pariaman

0
×

PMK Berdampak Terhadap Penurunan Produksi Daging di Pariaman

Sebarkan artikel ini
Walikota Pariaman H Genius Umar menyatakan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) sangat berdampak terhadap penurunan produksi daging.

PARIAMAN, METRO–Walikota Pariaman H Genius Umar menyatakan adanya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) sa­ngat berdampak terhadap penurunan produksi da­ging. “Pemerintah Kota Pariaman secara serius untuk menanggulangi wabah ini dengan gencar me­lakukan sosialisasi,” kata  Walikota Pariaman, Genius Umar saat membuka So­sialisasi Pengendalian Pe­nyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak dalam rangka persiapan sapi qurban, kemarin.

Katanya, dengan ada­nya wabah ini masyarakat jadi tidak yakin untuk meng­konsumsi daging karena ta­kut akan tertular dengan wabah tersebut. Genius mengatakan, jika ma­sya­rakat kurang mengkonsumsi daging hal ini dapat menyebabkan masyarakat jadi kurang gizi dan bisa meningkatkan kondisi stunting. “Ayo secara bersama-sama kita tanggulangi wabah PMK ini, kepada semua peternak dan petani ikutilah arahan dari Penyuluh Pertanian Lapa­ngan (PPL) ,” tegasnya. Te­rima kasih kami ucapkan kepada Babhinkamtibmas yang secara suka rela men­dampingi masya­ra­kat petani dan peternak dalam menanggulangi wa­bah ini.

Baca Juga  Residivis Curanmor Ditangkap lagi

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perika­nan Kota Pariaman, Dasril mengatakan, Hasil pendataan kita dari dinas be­kerjasama dengan Babhin dan kawan-kawan dari me­dis sudah kita data sekitar 750 ekor sapi, alhamdulillah dalam kondisi sehat dan terhindar dari PMK.

Hal ini sudah kami sosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat pemilik ternak dan kelompok-ke­lompok tentang bahayanya PMK dan cara mencegahnya. Kami juga telah melalukan pemeriksaan dan pemberian vitamin, dibantu juga oleh Pemprov 100 paket vaksin.

Baca Juga  NasDem Sumbar Serahkan Bantuan APD kepada 3 Organisasi Kesehatan

Lebih lanjut, Dasril menambahkan, Kota Pariaman saat ini masuk dae­rah wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) dari 16 kota se-Sumbar. Sesuai Keputusan Menteri Pertanian Tahun 2002 mencabut surat Kementerian Pertanian yang lama yang hanya 2 daerah wabah yaitu Jawa Timur dan Aceh, namun se­ka­rang sudah sampai 19 Pro­vinsi di Indonesia termasuk Sumatera Barat. “Dari 16 kota di Sumbar yang terdampak wabah PMK ini, Kota Pa­riaman termasuk daerah yang tertinggi ting­kat ke­sembuhannya ,” tu­tup Das­ril. (efa)