METRO SUMBAR

Santri Digital Preneur Indonesia Berikan Solusi

0
×

Santri Digital Preneur Indonesia Berikan Solusi

Sebarkan artikel ini
BERSAMA—Sandiago Uno foto bersama pengurus Ponpes foto bersama.

TANAHDATAR, METRO–Santri Digital Preneur Indonesia merupakan ke­giatan yang diadakan oleh Kemenparekraf sebagai wadah pelatihan dan pe­ningkatan kapasitas santri dan generasi milenial da­lam menghadapi tantangan industri digital kreatif. Tujuannya antara lain untuk menciptakan santri yang berkarakter dan be­rintegritas tinggi dalam menghasilkan karya, mem­berdayakan santri unggulan hingga mampu bersaing di industri kreatif dan digital, menjadikan santri modern yang tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah.

Menparekraf menyampaikan rasa bahagia bisa berinteraksi langsung de­ngan para santriwan dan santriwati selama kunju­ngannya di Pesantren Mo­dern Nurul Ikhlas. “Saya berbahagia berinteraksi dengan para santri. Hari ini kita dengar masukan langsung dari ISMI bagaimana optimisnya membuka usaha dan meminta tips,” ujar Sandiaga di Pesantren Mo­dern Nurul Ikhlas, Kabupa­ten Tanah Datar, Su­m­a­tera Barat, Selasa (5/7).

Pada kesempatan itu, Menparekraf juga me­nyo­roti berbagai potensi eko­nomi kreatif yang luar biasa. Pertama, sektor kuli­ner misalnya memiliki potensi 41%, “Selama manusia memiliki perut kita pasti akan butuh makanan. Kuliner di Sumbar luar biasa,” ujarnya.

Sektor kedua adalah fashion (27%), dan berikutnya adalah kriya (17%).  Namun tiga sektor ini ternyata mulai terkejar oleh sektor lainnya, mulai dari permainan. Sandiaga me­nyebut gaming, animasi, musik dan film bertumbuh secara fantastis. ‘Ini harus kita digitalisasi karena ini merupakan keniscayaan,” ujar Menparekraf seraya menambahkan mayoritas orang Indonesia sudah terkoneksi dengan digita­lisasi.

Tak lupa, Sandiaga me­ngingatkan agar santriwan/santriwati tetap menjunjung tinggi akhlakul karimah. “Kita ingin generasi muda menjunjung tinggi iman dan taqwa,” ujar­nya.

Menparekraf me­ne­kan­­kan pentingnya hadir di digitalisasi, karena telah ada di setiap aspek kehidupan kita. ‘Kenapa Santri Digital Preneur Indonesia hadir? Karena ada lebih dari 4,5 juta santri dari 28 pesantren diseluruh Indonesia. Ini akan tetap menjadi pilar pendidikan yang akan menjadi bagian dari indonesia,  Saya mengu­sung Santri Digitalpreneur karena saya melihat masa depan itu ada di para santriwan dan santriwati,” tandasnya.

Sandiaga menyampaikan, kita akan hadapi krisis pangan, serta harga bahan pokok naik. Untuk itu perlu diberikan upaya ba­gaimana para petani di­berikan solusi. “Santri Di­gital Preneur Indonesia akan berikan solusi dan menjadi bagian dari kemajuan Indonesia yang adil makmur, mampu menciptakan lapangan kerja. San­tri di sini diharapkan mampu menjawab banyak persoalan,” tegasnya.

Mengikapi hal tersebut  Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian menyampaikan apresiasi atas kegiatan Santri Digital Preneur Indonesia yang diinisiasi Kemenparekraf. “Alhamdulilah banyak hal-hal bermanfaat yang bisa dibawa dan diterima oleh santri -santri kita.  Mudah-mudahan hal ini akan mengembalikan lagi proses pergerakan kemajuan ekonomi umat kem­bali di masjid dan su­rau-surau di Sumatera Ba­rat khususnya Tanah Datar,” ujarnya.  “Atas nama pemerintah Tanah Datar kami ucapkan terima kasih. kepada Pak Menteri. Mu­dah-mudahan ini akan men­jadi titik awal bahwa majunya ekonomi kita dari para santriwan dan santriwati,” imbuh Wabup Richi Aprian.  Wabup juga me­ngajak santri dan generasi muda untuk memanfaatkan potensi digitalisasi untuk meningkatkan perekonomian, dengan kreatif memanfaatkan peluang usaha dan kedepannya dapat untuk menciptakan lapangan kerja. (ant)