METRO PESISIR

Antisipasi Harga Cabai Melonjak Tinggi, Suhatri Bur Ajak IRT Gemarkan Tanam Cabai

0
×

Antisipasi Harga Cabai Melonjak Tinggi, Suhatri Bur Ajak IRT Gemarkan Tanam Cabai

Sebarkan artikel ini
BERTANAM CABAI— Suhatri Bur bersama jajarannya tinjau kebun masyarakat di perkarangan rumah.

PDG.PARIAMAN, METRO–Antisipasi para ibu ibu rumah tangga (IRT) dalam membeli cabe merah untuk kebutuhan hidup lahi mahal mahalnya, melihat kondisi demikian Bupati Pa­dang­pariaman Suhatri Bur meminta para ibu ibu gemarkan dan memanfaatkan lahan perkarangan rumah untuk ditanami cabe merah atau sayuran lainnya. “Kalau para ibu ibu telah memanfaatkan lahan perkarangan rumah untuk kebun cabe otomatis mereka nanti tidak akan membeli cabe lagi dengan harga mahal, sehingga ibu ibu tidak akan mengeluh mahalnya harga cabe,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Apalagi katanya, salah sat upaya pemerintah se­karang dengan memfaatkan perkarangan untuk memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan pa­ngan seperti cabe dan sa­yuran adalah dengan memanfaatkan lahan peka­rangan.  Ditambah lagi jelasnya, pemerintah jauh jauh hari telah menyatakan hal demikian dengan Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Jauh jauh hari lanjutnya, kegiatan ini telah laksanakan berberepa kelompok masyarakat secara bersama-sama. Namun demikian sekarang katanya, dengan cabe semakin mahal ini hndaknya semua ibu ibu rumah tangga e­ngusahakan lahan peka­rangan sebagai sumber pangan berkelanjutan. Tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan, akse­sibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan.

Kemudian lagi jelas­nya, dalam perkembangannya, P2L tidak hanya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga bisa dijual untuk menambah pendapatan. Hal ini sebagaimana yang telah dilakukan berberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam daerahnya. “Dengan menanam cabe dan sayuran lainnya, ibu-ibu rumah tangga  di kampung ini tidak perlu beli cabe ke pasar, karena karena bisa panen sendiri. Bahkan kalau hasil panen banyak dapat meningkatkan eko­no­mi para ibu ibu rumah tangga tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu jelasnya, Suhatri Bur meminta semua masyarakat melakukan penanaman di pekarangan rumah. “Jangan biarkan lahan kosong begitu saja. Tapi ditanami aneka tanaman, nanti akan dipetik hasilnya dan bisa untuk konsumsi keluarga,” ujar­nya.

Kemudian lagi jelas­nya, tanaman cabe mudah dibudidayakan. Jika dipelihara (dipupuk, diberi obat anti hama), cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2,5-3 bulan. Umur ta­naman cabe rawit bisa mencapai 24 bulan dengan frekuensi panen 15-18 kali.

Upaya menyosialisasikan pemanfaatan lahan pekarangan dan gerakan budidaya cabe secara serentak disetiap rumah rumah masyarakat, hen­dak­nya bisa diinisiasi seluruh Nagari se Padangpariaman, karena kegiatan ini diyakini bisa meredam naiknya harga cabai. “Saya harap Organisasi Perang­kat Terkait terus menso­sialisasikan P2L ini, karena manfaatnya sangat dirasakan bagi keluarga. Pangan tercukupi, bahkan bisa mendapat tambahan penghasilan dengan menjualnya,” tandas Suhatri Bur yang juga Ketua DPD PAN Padangpariaman.(efa)