METRO PESISIR

Bupati Pesisir Selatan Perintahkan PU dan BPBD Tidak Membangun Jembatan Gantung

0
×

Bupati Pesisir Selatan Perintahkan PU dan BPBD Tidak Membangun Jembatan Gantung

Sebarkan artikel ini
KETERANGAN PERS— Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar memberikan keterangan pers saat diwawancara wartawan.

PAINAN, METRO–Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar menegaskan pada Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD tidak membangun jembatan gantung, karena kurang efektif.  Selain tidak bisa dilalui kenderaan berat, juga tidak memiliki masa pakai yang panjang. Jembatan gantung sangat rentan mengalami kerusakan dan menyedot anggaran perawatan yang besar, sehingga dinilai tidak efi­sien dari sisi penggunaan keuangan daerah.

”Paling lama ketahanannya hanya enam tahun saja. Kemudian rusak lagi. Dirawat lagi. Diganti lagi. Itu-itu saja kerja jadinya. Kerja harus tuntas dan anggaran berikutnya bisa prioritas yang lain,” tegas bupati.

Pernyataan itu disampaikan bupati ketika menjawab permintaan Wakil Ketua DPRD Hakimin yang meminta pemerintah kabupaten membangun jembatan gantung di kawasan Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Kecamatan Lunang.

Dikatakan,  saat ini kondisi jembatan gantung itu sangat memprihatinkan dan rawan terjadi kecelakaan. Masyarakat sekitar kini mulai ketakutan melintasi, khawatir jika jembatan itu ambruk saat dilewati.

Bupati meyampaikan pembangunan jembatan harus berkonstruksi beton, namun tidak harus besar, sesuai kebutuhan masya­rakat penggunanya. Ketahanannya lebih teruji, se­hingga masa pakai bisa lebih lama.  ”Bahkan bisa dilewati kendaraan yang relatif berat, sehingga biaya produksi pertanian masyarakat lebih murah, karena ada penghematan dari biaya distribusi,” terang bupati.

Baca Juga  Pemko Mantapkan Nilai Kebangsaan Generasi Muda

Menurut bupati peme­rintah kabupaten bakal me­ngakomodir permin­taan dari Wakil Ketua DP­RD, dengan catatan tidak ada peristiwa luar biasa yang berujung pengalihan anggaran seperti kasus CO­VID-19 sampai pada tahap pandemi.

Ketika itu sebagian anggaran yang harusnya bisa dipakai untuk kegiatan terpaksa dialihkan untuk percepatan penanganan dan stimulan pemulihan eko­nomi pasca pandemi, baik APBN maupun APBD.

Sementara di lain sisi keuangan daerah sangat bergantung pada transfer dari pusat. Lebih dari 90 persen APBD merupakan transfer pusat, karena PAD yang belum memadai, mes­ki mulai berangsur tumbuh.  ”Pengalihan anggaran berimbas pada pembangunan. Beberapa yang telah direncanakan, terpaksa ditunda. kita patut bersyukur, karena pada 2021 ekonomi kita tumbuh 3,37 persen, dari -1,11 pada 2020,” terang bupati.

Baca Juga  Anak Penderita Jantung Bocor jadi Perhatian Wabup

Karena itu bupati, kata bupati butuh dukungan penuh dari DPRD sebagai bagian dari pemerintah daerah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan di Pesisir Selatan, sehingga target dan capaian bisa sejalan.

Pemerintah kabupaten dukungan penuh itu segera teralisasi, karena tujuan pembangunan sejalan de­ngan cita-cita kemerdekaan Indonesia, mewujudkan kesejahteraan umum dan keadilan sosial.  Tidak ada dikotomi Utara-Selatan dalam proses pelaksanaan kegiatan pemba­ngunan. Semua sama, satu dalam kerangka Kabupaten Pesisir Selatan, Negeri Sejuta Pesona’.

Semua wilayah memi­liki hak yang sama untuk berkembang dan maju.  Meski demikian skala prioritas harus menjadi pertimbangan sesuai dengan kebutuhan dan kepenti­ngan daerah yang lebih besar.  ”Jadi, bukan berdasarkan kemauan, tapi kebutuhan. Dengan begitu tentu lebih bermanfaat dan uang rakyat tidak sia-sia, karena kembali untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat,” sebut bupati menjelaskan.  Kabupaten Pesisir Selatan terdiri dari 15 kecamatan dan memanjang dari U­tara ke Selatan, dengan garis pantai sepanjang 264 Kilometer. Kecamatan Lunang merupakan nomor dua pa­ling ujung Selatan. (rio)