AGAM/BUKITTINGGI

Warga Ragukan Pemakaian Aplikasi MyPertamina, Tinjau Ulang atau Dibatalkan

0
×

Warga Ragukan Pemakaian Aplikasi MyPertamina, Tinjau Ulang atau Dibatalkan

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Kota Bukittiggi bersama sejumlah wilayah di Indonesia ditunjuk sebagai daerah yang akan menerapkan aplikasi MyPertamina untuk pembelian bahan bakar Pertalite dan Solar.

Hal ini memunculkan sejumlah polemik oleh sebagian masyarakat hingga menimbulkan keraguan dan ketidakmampuan me­reka dalam membeli ataupun menggunakan aplikasi tersebut.

Sejumlah warga yang ditemui media ini, Jumat (1/7) di beberapa SPBU yang ada di kota Bukittinggi me­ngaku belum paham dan meragukan penggunaan aplikasi ini bisa cepat di pahami oleh masyarakat.

“Saya tetap berharap bisa membeli langsung, ada ribuan warga Bukittinggi yang tidak punya telepon genggam untuk berinternet, bagaimana menerapkannya nanti, pas­ti ribet,” kata ST.Mant­ari (37).

Warga lainnya bahkan menyatakan ketidakta­huannya dalam program yang diusung Pertamina itu hingga kini.

”Belum tahu sama se­kali, mungkin akan lebih ribet pakai aplikasi dari pa­da beli langsung,” ujar Donny (32), sopir angkot yang sedang mengisi BBM di SPBU By Pass Bukittinggi.

Sebagian masyarakat yang memang telah me­ngetahui hal tersebut berharap agar pemerintah meninjau ulang wacana tersebut dan meminta untuk dibatalkan.

“Tidak setuju sa­ma sekali, kesannya mempersulit warga, sebaiknya hapus saja rencana ini,” kata warga yang bernama Dion To­rano (43) ter­sebut.

Sementara itu, pengawas SPBU Garegeh, Muhammad Anshar menyebut pihaknya segera berbenah untuk menerapkan kebijakan itu.

Ia mengatakan, masih menunggu petunjuk leng­kap dari Pertamina tentang beberapa ketentuan teknis seperti klasifikasi kenda­raan, jatah harian tiap konsumen, serta pelanggan yang tidak memiliki smartphone.

”SPBU siap untuk program ini, tapi diharapkan adanya peningkatan pemahaman bagi operator yang bertugas melayani konsumen, karena sistem pembayaran juga akan menggunakan barcode, tentu pola transaksi akan berubah dari yang biasa,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Pat­ra Niaga Alfian Nasution mengatakan pembelian ba­han ba­kar m­i­nyak atau BBM memakai aplikasi MyPertamina akan membuat penyaluran BBM bersubsidi menjadi lebih tepat sasaran.

”Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan kode QR adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran, bisa dilihat trennya, siapa penggunanya,” kata Alfian dalam keterangan yang dikutip di Jakarta.

Pertamina menyatakan tidak mewajibkan memakai aplikasi tersebut. Konsumen hanya perlu daftar melalui laman yang dibuka pada 1 Juli 2022. Konsumen dapat mengakses laman subsidite­pat.myper­tamina.id dan menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan, antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung. (pry)