METRO SUMBAR

Alinia Entrepreneur School, Hadir untuk Pencetak Generasi Muda Produktif dan Berguna

0
×

Alinia Entrepreneur School, Hadir untuk Pencetak Generasi Muda Produktif dan Berguna

Sebarkan artikel ini
H Marlis

PADANG, METRO–Berhenti sebagai politisi pertengahan 2014 lalu, tidak membuat H  Marlis diam begitu saja. Mantan politisi rumah bagonjong ini menjatuhkan pilihannya berwirausaha, yang merupakan pilihanya yang terbaik seiring bertambahnya usia, tentu lebih berpe­ngalaman dalam memanfaatkan dan menerapkan manajemen.

Ketidaktifannya di du­nia politik juga menjadi batu lomptan atau milestone atas spirit enterpreneur yang dimilikinya selama ini, dimana hampir selama 10 tahun  selama aktiv sebagai anggota legislatif di DPRD Provinsi Su­matera Barat semangat kewirausahaanya tengglam karena kesibukkanya sebagai anggota dewan yang terhormat itu.

Diinisasi pertanyaan didalam hatinya, mau me­ngapa lagi pasca selesai sebagai anggota DPRD Sum­bar? Marlis, yang biasanya hiruk pikuk dengan dinamika politik Ranah Minang kini memulai usaha barunya. Marlis kini bukan saja beraktivitas sebagai pelaku wirausaha yang sibuk dengan berbagai akti­vitas usahanya, tetapi juga tengah berusaha mendirikan sekolah entrepeneur dengan nama Alinia Entrepreneur School.

Berikut kutipan wawancara, Kamis (29/6) dengan mantan politisi rumah ba­gonjong. Wawancara berlangsung dengan jarak ja­uh, ini petikanya.

Bagaimana Anda memaknai perjalan hidup Anda kedepan?

 Begitu saya tidak lagi menjadi anggota legsislatif timbul pertanyaan da­lam diri pribadi “ Mau ngapain lagi? “Dari situlah muncul kembali spirit entrepreneur yang memang telah ada dalam diri saya, tapi tenggelam hampir 10 tahun karena hiruk pikuk serta dinamika dunia politik. Nah, kuncinya tentu harus membuka diri dan membuka pola pikir dan budaya kerja harus ada kecepatan didalam memahami semua perubahan karena perubahan itu sa­ngat cepat dan datang di luar prediksi.

Oleh karena, sebagai langkah awal yang saya lakukan adalah membangun usaha baru yang sama sekali tidak saya pahami, yaitu peternakan ayam modren dalam bentuk clo­sed house dengan  Kapasitas 50.000 ekor. Seperti diketahui peternakan ayam dengan dengan jenis kandang closed house ini menjadikan performa ayam meningkat pesat dan angka kematian terus berku­rang. Memang benar de­ngan sistem kelola kandang berbasis close house efektif dalam meningkatkan produktivitas panen.

Apa yang anda lakukan dalam pengembangan usaha berikutnya?

Dalam perjalanan usaha itu muncul lagi ide bisnis dibidang energi yaitu sebagai agen LPG 3 kg untuk Wilayah Kabupaten Dharmasraya, serta yang lebih spektskuler adalah keputusan saya untuk men­jadikan lokasi peternakan seluas 3 ha ini menjadi suatu Destinasi Wisata dimana secara teori dan kondisi yang ada lahan tersebut amat dan sangat tidak memenuhi kriteria untuk dijadikan suatu Objek Wi­sata, karena disamping secara fisik tdk memenuhi syarat, dan yang lebih fatalnya Infrastruktur tdk mendukung sama sekali, serta lokasinya terletak jauh dari pemukiman warga dan didalam hutan lagi. Namun dengan Kekuasaan Allah semua itu bisa terjadi hanya dalam waktu sekitar 5 bulan, kawasan yg tadinya adalah areal hutan untuk masyarakat berburu babi bisa disulap dengan pikiran sederhana menjadi suatu Destinasi Wisata yang viral dan ramai dikunjungi oleh masyarakat baik dari Sumbar, Jambi maupun Riau.

Bagaimana komitmen Anda sebagai pendidik yang berjiwa wirausaha?

Saya sebagai Seorang guru dulunya, sehingga timbul hasrat untuk mengabdikan diri sebagai  seo­rang pengajar dan mentor dalam bidang entrepreneur, dan hal ini pun ditunjang oleh banyaknya anak muda, dimana hari ini yang secara sadar telah menjadi Penganggur Intelektual. Dengan konsep dan pola pembelajaran yang berbeda, saya mencoba menghadirkan “Alinia  Enterpreneur School” untuk memberikan sedikit solusi kepada bangsa Indonesia tercinta ini untuk mencetak generasi Muda yang pro­duktif dan berguna.(boy)