AGAM/BUKITTINGGI

Aplikasi Simitra Diperkenalkan ke Pelaku UMKM, UMKM Berpotensi Atasi Pengangguran di Bukittinggi

0
×

Aplikasi Simitra Diperkenalkan ke Pelaku UMKM, UMKM Berpotensi Atasi Pengangguran di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN--Kepala DPMPTSP Sumbar Adib Alfikri serahkan cinderamata kepada narasumber Bimtek aplikasi Simitra di Grand Royal Denai Hotel, Bukittinggi.

BUKITTINGGI, METRO–Guna pengembangan dan peningkatan iklim du­nia usaha berbasis digital, sedikitnya 100 pelaku UM­KM menjalani bimbingan teknis Sistem Informasi Kemitraan Usaha (Simitra). Program ini digelar di Grand Royal Denai Hotel, Bukittinggi, selama dua hari, 30 Juni hingga Jumat 1 Juli.

Ketua Pelaksana Murni Kurniati menyebutkan,  peserta bintek berasal dari Kota Bukittinggi, Ptakumbuh, Padangpanjang dan Kabupaten Agam. Sementara narasumber didatangkan dari Dinas Pe­nanaman Modal PTSP Sum­bar, Diakominfotik Sumbar, Ketua Forum C­SR Sumbar, dan Ki­ciks Muslimah.

“Semoga kegiatan ini menghasilkan kemitraan usaha yang saling me­ngun­tungkan dan memperkokoh antara pelaku usaha besar dengan pe­laku UMKM,” harap Murni.

Kedua pihak, diharapkan Murni agar bisa membangun komunikasi dan kerjasama, serta bermitra dalam sebuah aplikasi. “Ini tentunya dapat menciptakan daya saing usaha dan meningkatkan iklim inves­tasi di Sumbar, se­hingga berujung pada kemajuan perekonomian daerah,” ucap Murni.

Kadis Penanaman Mo­dal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMP­TSP) Sumbar, Adib Alfikri menyebutkan, UMKM me­miliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran. “Permasalahan kla­sik masih dihadapi oleh pelaku UM­KM. Diantaranya kesulitan akses permo­da­lan, pasar, teknologi informasi, rendahnya SDM, ke­lem­bagaan yang belum optimal, hingga iklim usaha yang belum berpihak,” sebut Adib.

Sebagai perwujudan RPJMD Sumbar 2021-2026 dengan program unggulan mencetak seratus ribu milenial entrepeneur, wo­man entrepeneur dan pelaku eko­nomi kreatif, DPMPTSP dan Diskominfotik Sumbar melahirkan sebuah inovasi berupa pe­nyediaan aplikasi uang memfasilitasi kemitraan an­tara pelaku usaha UMKM.

Aplikasi bernama Simitra ini akan memberi kemudahan kepada pelaku usaha mikro kecil untuk mendapatkan mitra pemasaran, bahan baku, mo­dal serta pengemba­ngan peluang bisnis. Prinsipnya saling memerlukan, memperkuat, dan sa­ling me­nguntungkan,” je­lasnya.

Pemberdyaan dan pe­ngembangan UMKM me­lalui kemitraan digital, kata Adib, merupakan langkah strategis dalam me­ning­katkan kesejahteraan ma­syarakat. “UMKM perlu dikembangkan agar tangguh dan berdaya saing, mandiri dan berkembang sehingga perekonomian daerah semakin kokoh,” tegas Adib.

Menurut Adib, kemitraan akan berjalan baik jika sesama yang bermitra sa­ma-sama memperoleh man­faat. Walau da­lam jang­ka pendek, ada yang menerima manfaat lebih besar dari yang lain, nantinya ini proses menuju kemitraan ideal.  “Persoalan klasik UMKM a­dalah permodalan. Semoga perusahaan besar di Sumbar melalui CSR berkomitmen membantu pengembangan kapasitas UMKM,” ucap Adib. (pry)