METRO SUMBAR

Buntut Kebijaksanaan Pemerintah Penerapan Aplikasi Beli BBM dan Migor,  Masyarakat Mulai Resah

0
×

Buntut Kebijaksanaan Pemerintah Penerapan Aplikasi Beli BBM dan Migor,  Masyarakat Mulai Resah

Sebarkan artikel ini

SUDIRMAN, METRO–Masyarakat mulai kebingungan dan resah  de­ngan kebijakan pemerintah terhadap penerapan Aplikasi untuk sekedar membeli Bahan Bakar Mi­nyak (BBM) dan Minyak Goreng. Mengingat, tidak semua masyarakat melek dengan teknologi dan punya Smartphone.

“Kami yang sudah tua-tua ini mulai bingung de­ngan kebijakan pemakaian aplikasi untuk membeli BBM. Karena kami hanya punya Handphone yang sekedar bisa nelpon. Kalaupun ada smartphone kami juga tidak bisa menggunakannya. Nanti ba­gaimana kami saat beli BBM, kan jadinya sulit,” ungkap Angkot, salah seorang warga Kota Payakumbuh saat bercerita dengan wartawan.

Menurutnya, disamping ribet juga dikhawatirkan memperlama proses pembelian BBM di SPBU dan berakibat terjadinya antrian panjang. Ditambah, jika nanti HP tinggal atau motor yang sudah didaftarkan tetapi yang membawa orang lain se­perti anak atau istri.

“Jadi pasti bagi saya ribet, karena saya tidak bisa memakai hendphone. Kalau kita mau beli BBM kemudian HP tinggal atau nanti dilihatkan dulu aplikasi, kan bisa antrian panjang. Kalau harus pakai aplikasi, harusnya di­berikan pilihan dibolehkan membeli BBM tanpa menggunakan aplikasi, jadi yang mau makai silakan yang tidak ada aplikasi juga harus boleh membeli BBM,” harapnya.

Selain Angkot, seo­rang ibu rumah tangga In, juga mengaku bakal kesulitan membeli BBM jenis Pertalit, karena dirinya tidak melek dengan tek­nologi. “Saya kan sud­ah tua, tapi saya masih meng­gunakan motor, kalau pakai aplikasi saya tidak bisa menggu­nakan HP dan ju­ga tidak punya. Harapan saya ada pilihan yang memudahkan masya­rakat dari pemerintah,” harapnya.

Selain aplikasi untuk membeli BBM, In juga bingung saat ini untuk membeli Minyak Goreng pemerintah juga menerapkan aplikasi peduli lindu­ngi. “Sulit sih, ribet juga bagi saya. Harapannya, kita membeli Minyak Go­reng mudah, murah dan tidak ribet dengan syarat ini atau itu,” harap ibu paroh baya ini.

Ketua DPRD Kota Pa­yakumbuh, Hamdi Agus, mengaku kurang setuju dengan kebijakan penggunaan aplikasi pembelian BBM di SPBU dan Mi­nyak Goreng di pasaran. Menurutnya, penerapan aplikasi ini akan membuat masyarakat semakin ribet. Dan tidak semua masya­rakat punya HP dan pandai dalam menggunakan HP.

“Kita kurang setuju dengan kebijakan penggunaan aplikasi ini, karena menambah keribetan bagi pembeli. Kemudian tidak semua masyarakat punya alat dan pandai mengoperasikan aplikasi. Kita berharap ada cara yang lebih mudah bagi masyarakat,” harap Politisi PKS Kota Payakumbuh ini. (uus)