METRO BISNIS

Beli Minyak Goreng Tinggal Pindai QR Code

0
×

Beli Minyak Goreng Tinggal Pindai QR Code

Sebarkan artikel ini
MINYAK GORONG— Pekerja toko minyak goreng dan sembako saat menyiapkan minyak goreng di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (27/6/2022).

JAKARTA, METRO–Transisi pembelian mi­nyak goreng dengan apli­kasi PeduliLindungi terus ber­jalan. Plt Deputi Bidang Koor­dinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin mengungkapkan, nanti setiap orang dibatasi 10 liter per hari.

Pembelian minyak go­reng curah (MGCR) akan berbasis NIK. Para pengecer minyak goreng cukup menyediakan QR code di tempat penjualan mereka. Pembeli akan memindai QR code tersebut. Kalau warnanya hijau, berarti pembelian bisa dilakukan. Namun, jika merah, tandanya kuota hari itu sudah terpakai. “Atau kalau benar-benar butuh, bisa pinjam NIK temannya yang kebetulan belum memakai kuotanya pada hari itu,” papar Rachmat kemarin (28/6).

Baca Juga  Semarak BYMS Hadir di Kota Padang, Bertabur Promo dan Hadiah

Rachmat mengatakan, saat ini tersedia 300 ribu ton atau 330 juta liter MGCR per bulan. Kebutuhan rakyat Indonesia per hari memang berbeda-beda. Ada yang sangat bergantung pada minyak goreng seperti penjual gorengan, nasi goreng, dan warung. Namun, berdasar data, kebutuhan per kapita rakyat Indonesia per bulan hanya 1 liter per orang. “Jadi, ada ketersediaan 330 kali lebih banyak,” jelas Rachmat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meminta produsen minyak goreng mendukung dan membantu menyukseskan program minyak goreng rakyat kemasan sederhana Rp 14.000/liter. Lebih teknis, dia menyebut akan ada kompensasi bagi produsen yang membantu pemerintah menyiapkan minyak goreng kemasan sederhana. “Sebagai kompensasi, akan diberi kuota ekspor CPO kepada produsen,” jelasnya.

Baca Juga  Promo Ketupat Ramadhan di Menara Agung, Beli New Honda Stylo 160 Bonus Jaket Ekslusif

Tentunya ini juga berdampak pada kebutuhan pro­dusen akan tandan buah segar dari petani sawit pemerintah. Kalau stok CPO di produsen tersalurkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, tandan buah segar sawit petani lebih terserap. (jpc)