PAYAKUMBUH/50 KOTA

Jadi Kader JKN, Guru Honorer Senang Membantu Masyarakat

1
×

Jadi Kader JKN, Guru Honorer Senang Membantu Masyarakat

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, METRO – Langkah kaki Hendriko, tak pernah penat terus berjalan dari satu rumah kerumah masyarakat. Tas ransel berisi peralatan tulis dan dokumen seadanya disandang dibagian punggung yang selalu menemani saat berjumpa masyarakat. Satu demi satu pintu rumah diketuk untuk menyapa masyarakat dengan senyum dan ramah.
Hendriko merupakan satu dari beberapa orang Pemuda yang menjadi kader atau relawan Desa Swa-JKN di Nagarinya Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota. Saat pagi Hendriko mengajar di SMA Negeri 1 Kecamatan Harau, sebagai Guru Honorer. Barulah sepulang dari mengajar, Hendriko melakukan edukasi kepada masyarakat dinagarinya, terkait pentingnya menjadi peserta JKN-KIS.
Pemuda kelahiran 26 tahun lalu ini baru 6 bulan terakhir menghabiskan hari-harinya untuk menyusuri jalan-jalan dikampung demi mengajak masyarakat menjadi peserta JKN-KIS. Hendriko bangga bisa berbagai kebaikan untuk membantu masyarakat dengan menjadi Kader JKN-KIS.
Meski menjadi tulang punggung kelurganya dan bertanggungjawab terhadap 3 orang adiknya, Hendriko masih saja menyempatkan diri menjadi relawan sosial JKN-KIS. Baginya berbuat baik kepada sesama adalah ibadah.
Hendriko merupakan anak yang gigih dan jujur. Sosok pemuda yang optimis dan pantang menyerah ini benar-benar bak “Malaikat” penolong bagi warga Taram. Dia rela menghabiskan waktunya demi menjemput iuran BPJS Kesehatan dari satu rumah kerumah lainnya.
Dia juga membantu masyarakat mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Melakukan sosialisasi pentingnya menjadi peserta JKN-KIS. Dengan mengurusi semua administrasi sebagai peserta JKN, masyarakat hanya tinggal menunggu dirumah saja. Sehingga, kini peserta Desa Swa-JKN di Nagari Taram meningkat tajam dari awal hanya 170 orang kini menjadi 450 orang.
Hendriko bercerita awal mula yang menggugah hatinya untuk menjadi Peserta JKN-KIS. Suatu ketika adiknya masuk Rumah Sakit karena sakit yang cukup parah dan harus dilakukan tindakan operasi. Tentu membutuhkan biaya yang lumayan banyak.

Baca Juga  Terjatuh, Pembalap Iran Dilarikan ke UGD 

Dengan kehidupan ekonomi yang pas-pasan, dan dirinya hanya bekerja sebagai guru honorer tentu biaya berobat apalagi tindakan operasi sangat mahal. Beruntung, adiknya ternyata salah seorang peserta JKN-KIS. Sehingga semua biaya perawatan adiknya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
“Sejak saat itu karena telah dibantu dengan iuran orang lain saya tergugah untuk berusaha juga membantu orang lain. Merasa tidak cukup dengan iuran yang dibayarkan saya bertekad akan menghimbau orang-orang untuk juga bersedekah dengan menjadi peserta JKN-KIS,” cerita Hendriko ketika sedang melakukan kegiatan edukasi masyarakat.
Hendriko mengaku dengan menjadi Kader JKN dirinya merasa diberi amanah untuk perpanjangan tangan masyarakat mengakses Jaminan Kesehatan Nasional.
“Saya merasa senang bisa membantu masyarakat, setelah 6 bulan bergabung menjadi Kader JKN, sudah banyak masyarakat yang saya edukasi tentang manfaat JKN ini, tidak sedikit pula masyarakat yang sangat terbantu sekali saat mereka sakit dan butuh biaya berobat yang besar namun tidak tahu cara mengurus BPJS Kesehatan ini, tapi itulah fungsi Kader JKN menjadi perpanjangan tangan masyarakat didaerahnya,” tutur Hendriko senang bisa berbuat baik kepada banyak orang.
Defrianto Ifkar Wali Nagari Taram, menyampaikan bahwa dirinya membenntuk relawan sosial di Nagarinya. Untuk saat ini sebut Walinagari Penerima Penghargaan sebagai nagari Swa-JKN di Sumbar ini, relawan fokus kepada Swa-JKN.
“Dengan adanya Kader JKN ini masyarakat kita sangat terbantu sekali. Karena sama-sama kita ketahui didaerah kita akses masyarakat ke Kantor BPJS Kesehatan cukup Jauh. Jadi sekarang mengurus semua yang berhubungan dengan JKN seperti pendaftaran, pembayaran iuran, dan sebagainya serta menanyakan Informasi-informasi seputar BPJS Kesehatan, masyarakat bisa melalui Kader JKN di daerah,” sebut Walinagari yang baru menerima anugerah sebagai Nagari Berprestasi tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota ini.
Keder JKN adalah wujud dari Kepedulian dalam Jaminan Kesehatan terhadap sesama, mereka adalah pejuang-pejuang kemanusiaan dalam mewujudkan Indonesia yang lebih Sehat. Disampaikan Defrianto Ifkar, saat ini dinagarinya ada sebanyak 12 orang relawan sosial.
“Kita datangi rumah-rumah masyarakat. Kita juga memberikan celengan kepada masyarakat. Dan sebagian memang donator kita yang membantu warga untuk membayarkan iuran BPJS Kesehatan. Kita yakin dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam membangun nagari, semua masyarakat Taram bisa terjamin kesehatannya,” harap Walinagari yakin. (us)

Baca Juga  Wabah Corona, Sekolah Belum Diliburkan