METRO SUMBAR

Kementan Gerak Cepat Siapkan Vaksin PMK, Wagub Sumbar: Insyaallah Bisa Tercover

0
×

Kementan Gerak Cepat Siapkan Vaksin PMK, Wagub Sumbar: Insyaallah Bisa Tercover

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

PADANG , METRO–Wakil Gubernur Suma­tera Barat (Wagub Sumbar) Audy Joinaldy memberikan apresiasi gerak cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempersiapkan vaksin untuk Pe­nyakit Mulut dan Kuku (PMK). Dia menyebut Sumber mendapatkan 4.200 dosis vaksin PMK dari Kementan.  “Terima kasih Bapak Menteri Pertanian Syah­rul Yasin Limpo (Mentan SYL) atas perhatian pengendalian penyakit P­MK di Sumbar dengan mem­berikan bantuan vaksin P­MK,” ujar Audy saat pelaksanaan Apel Siaga dan Rapat koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit PMK di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Su­matera Barat, Kota Pa­dang, Kamis (24/4).

Dia memastikan, jumlah 4.200 dosis vaksin PMK untuk Provinsi Sumbar itu bisa mencukupi karena prio­ritas vaksin tahap pertama sekitar 700 sapi perah dan sapi yang ada di Unit Pelaksana Teknis Da­erah (UPTD). Audy menjelaskan, alasan utama menjadikan sapi perah sebagai prioritas karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Selain itu, bisa menjadi bahan olahan seperti susu dan keju.

“Insyaallah bisa tercover. Kami prioritaskan untuk sapi perah dan sapi yang ada di UPTD, ya, karena utamanya nilai ekonomi untuk peternak sendiri tinggi,” ucap Audy.

Audy menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan wabah PMK, khususnya di Sumbar menjelang Hari Raya Iduladha.

Selain tidak menular ke manusia, wabah PMK di Sumbar juga tidak terlalu parah, dari sekitar 4.000 populasi sapi yang mati hanya 4 ekor.

“PMK itu menular sesama hewan ruminansia jadi masyarakat jangan khawatir jelang Iduladha ini,” tutur Audy.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemsaran Hasil Peternakan Tri Mela Sari mengatakan pemerintah terus memantau pelaksanaan vaksinasi PMK yang nantinya akan disuntikan ke sapi-sapi dengan kondisi sehat dan belum pernah terjangkit PMK, khususnya yang ada di Sumbar.

“Pemerintah bekerja secara bersama sama me­ngatasi PMK ini, melalui vaksinasi,” tutur Mela dihadapan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

Dia menyampaikan, pe­merintah dengan segala kemampuan yang dimi­liki bersama antar Kementerian Pertanian, jajaran pemerintah provinsi, jajaran pemerintah kabupa­ten, dan bersama semua stakeholder akan terus berupaya mengendalikan PMK dengan baik.  “Untuk itu penting dilakukan so­sialisasi ke masyarakat bahwa penyakit PMK tidak Zoonosis, peternak tetap harus semangat dalam memelihara ternaknya,” imbuh dia.

Selain vaksinasi pe­ngendalian PMK juga de­ngan cara memperketat lalu lintas hewan, khu­sus­nya dari zona merah dan kuning agar penyebaran virus tidak meluas. (fan)