PADANG, METRO – Untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan perayaan Hari Natal dan perayanaan Tahun Baru 2019, Polda Sumbar menurunkan sekitar 6 ribu personel gabungan yang disebar di seluruh wilayah kabupaten dan kota di Sumbar. Pengamanan nantinya akan difokuskan di seluruh gereja-gereja dengan pola pengamanan tertutup dan terbuka.
Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Sumbar Kombes Pol Djihartono mengatakan, pasukan gabungan yang diturunkan untuk pengamanan Natal dan Tabun Baru berasal dari Polri, TNI serta instansi terkait lainnya. Nantinya, personel akan ditempatkan di semua gereja.
“Personel yang dilibatkan jumlahmya sekitar 6 ribu. Personel polri jumlahnya 3.455 dan selebihnya TNI serta instansi lainnya. Fokus pengamanan di seluruh gereja-gereja yang akan melakukan kegiatan keagamaan. Pengamanan ini namanya Operasi Lilin Singgalang 2018,” kata Kombes Pol Djihartono, usai Rakor Lintas Sektor, Selasa (11/12).
Kombes Pol Djihartono menjelaskan, pada pengamanan tersebut, termasuk di gereja-gereja akan diterapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Personel polisi berpakaian dinas maupun berpakaian preman akan disebar di dalam dan luar gereja untuk memberikan jaminan pelaksanaan agama lancar dan aman.“Polanya tetap sama dengan tahun kemarin. Kita menggunakan pola terbuka dan tertutup. Sebelum pelaksanaan Natal, kita lakukan sterilisasi. Kami akan berdayakan sumber daya manusia di gereja-gereja itu, pemuda dan yang lain. TNI, dan ormas, seperti Senkom,” ungkap Kombes Pol Djihartono.
Kombes Pol Djihartono menuturkan, posko pengamanan (Pospam) dan posko pelayanan (posyan) nantinya akan dibentuk oleh masing-masing polres/polresta. Berapa jumlah posko-posko itu tergantung keperluan dari daerah masing-masing. “Gelar pasukan untuk Operasi Lilin Singgalang 2018 akan dilaksanakan pada 22 Desember 2018. Semua instansi akan hadir pada apel gelar pasukan. Pelaksanaan operasi sampai Tahun Baru 2019,” jelas Kombes Pol Djihartono.
Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir menyebutkan 350 personel akan diturunkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019. Seluruh personel ditempatkan di gereja dan di lokasi lainnya. “Di wilayah kita ada 12 gereja. Untuk melakukan pengamanan anggota yang kita tempatkan 350 orang maupun di kegiatan kebaktian di gereja dan juga di Pos Pam. Kemudian ada juga di pasar melakukan pengamanan,” kata AKBP Imran Amir.
AKBP Imran Amir menjelaskan, Dharmasraya merupakan daerah perlintasan dan berbatasan dengan provinsi Jambi. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan maka akan dibuat posko pengamanan. Anggota ditempatkan di jalur untuk pengaman lalu lintas dan kebaktian. BKO brimob belum ada, tergantung kondisi.
“Kita menghimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan ketentraman umat beragama. Masyarakat pun diminta menghindari ujaran kebencian yang menyangkut SARA. Mari sama-sama kita jaga ketentraman di Sumbar. Polisi siap mengamankan pada Natal dan Tahun Baru,” ungkap AKBP Imran.
Sementara, Kapolres Pesisir Selatan AKBP Feri Herlambang menambahkan, 300 personel diturunkan pada pengamanan Natal dan Tahun Baru. Pos pengamanan juga didirikan terutama di objek wisata. Gereja tidak ada di Pessel. Pengamanan di Pessel pihaknya menerjunkan 300 anggota yang disebar di 10 pos pengaman, termasuk pengamanan di objek wisata 3 pos pengamanan, seperti di Mandeh, Carocok dan Sago.
“Mencegah terjadinya tindakan kriminal ataupun peredaran narkotika di Pessel, Feri menyampaikan pengamanan dilakukan dengan cara patroli rutin hingga ke perbatasan. Kita instruksi anggota melakukan patroli rutin, juga razia ke tempat hiburan malam supaya tidak ada peredaran narkotika, dan jangan menggunakan narkoba. Masyarakat diimbau mematuhi aturan lalu lintas,” pungkas AKBP Feri. (rgr)





