METRO JUSTICIA

24 Mahasiswa UBH Kuliah Lapangan ke Mahat

0
×

24 Mahasiswa UBH Kuliah Lapangan ke Mahat

Sebarkan artikel ini

MAHAT, METRO – Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta (UBH) melakukan kuliah lapangan di Nagari Mahat yang terkenal dengan sebutan nagari menhir di Kabupaten Limapuluh Kota. Kuliah lapangan tersebut digelar selama tiga hari, yaitu di mulai dari 7-9 Desember dengan diikuti oleh 26 mahasiswa/i serta staff pengajar yang mendampingi.
Salah seorang staff pengajar Maulid Hariri Gani mengatakan bahwa pola perkuliahan seperti ini dilakukan guna lebih mendekatkan atau lebih mudah menerapkannya kepada mahasiswa.
”Ini untuk terapan dan aplikasi teori-teori yang dipelajari di perkuliahan, dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat tentu pembelajaran dapat dilakukan dengan maksimal,” ujar Hariri sapaan akrabnya yang sekaligus dosen pengampu mata kuliah Pengantar Penelitian Kebudayaan di FIB UBH tersebut.
Menurut Hariri jumlah mahasiwa ikut kuliah lapangan ke Mahat tersebut berjumlah sebanyak 24 mahasiswa dan dua dosen pendamping. “Mereka dibagi dalam beberapa kelompok tugas dengan beragam tugas seperti kelompok melihat Religi, Folklore, struktur bahasa dan lain sebagainya, yang semuanya bahagiaan kekayaan budaya lokal yg ada di nagari Maek,” kata Hariri.
Dengan kuliah lapangan seperti ini, Hariri berharap kepada mahasiswanya agar dapat memperoleh ilmu tentang kebudayaan terkhususnya peninggalan sejarah seperti menhir yang berada di Mahat.
Kegiatan yang dilakukan saat kuliah lapangan tentunya adalah mengamati secara langsung benda yang ada di lokasi sebenarnya. Saat kuliah lapangan tentunya ada tanya jawab, diskusi seperti saat di kelas. “Namun, ketika di lapangan kesempatan mahasiswa untuk bertanya itu jauh lebih banyak dibandingkan ketika di kelas, karena mahasiswa bisa mengamati dan melihat langsung objeknya dan mengungkap ada apa, mengapa dan untuk apa di bangun, serta benda kecil seperti menhir itu maksudnya apa dan lain sebagainya. Hal tersebut, dapat ditemukan saat kuliah lapangan,” ujar Hariri.
Dengan adanya kuliah lapangan ini diharapkan Hariri bisa semakin menambah wawasan bagi mahasiswa mengenai situs yang berhubungan dengan sejarah dan kebudayaan indonesia.
”Selain menambah wawasan mahasiwa akan mengetahui bagaimana cara menjaga dan melindungi segala bentuk peninggalan sejarah dan kebudayaan agar dapat di nikmati oleh generasi yang akan datang. Sehingga mahasiswa semakin cinta dan mengakui akan keberagaman yang ada di Indonesia,” kata Hariri.
Sementara itu mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Ranti Kurnia yang mengikuti kuliah lapangan ke negeri Mahat Limapuluh Kota tersebut mengatakan, bahwa kegiatan perkuliahan seperti ini sangat banyak manfaat yang bisa di ambil.
”Selama tiga hari disini kita bisa mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama di perkuliahan, yaitu mengamati langsung tentang kebudayaan yang ada di masyarakat Mahat, serta menambah wawasan dan pengalaman yang lebih luas terkait dengan kebudayaan Menhir dan kesenian masyarakat,” tutup Hariri. (heu)

Baca Juga  Sengketa Warga Diselesaikan di Palanta Mediasi