SOLOK, METRO–Kompetensi penyuluh pertanian perlu ditingkatkan agar lebih cepat berbagi informasi ke petani. Sehingga petani dapat mengadopsi teknologi pertanian dengan cepat dan tepat. “Dalam menatap pertanian pada saat ini, mau tidak mau petani dituntut mengikuti perkembangan teknologi, terutama dalam peningkatan kualitas,” ujar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Solok, Edy Martin, dalam kegiatan pelatihan penyuluh dan tenaga teknis kepenyuluhan.
Penyuluhan diikuti oleh 20 orang penyuluh, baik penyuluh PNS maupun penyuluh PPPK termasuk penyuluh perikanan, petugas pendamping petani P3A serta beberapa tenaga pendamping kegiatan pada Dinas Pertanian Kota Solok selama tiga hari mulai dari tanggal 6 sampai tanggal 8.
Materi yang diangkat meliputi implementasi Peraturan Presiden No.35 /2022 tentang Penguatan Kelembagaan Penyuluhan, Penulisan Karya Tulis Ilmiah, Peningkatan Inovasi dan Kreativitas Penyuluhan, Analisis Potensi Wilayah dan Analisis Dampak Penyuluhan Pertanian.
Tak hanya itu, dalam memacu peningkatan kinerja penyuluh pertanian di Kota Solok, Pemko Solok akan lakukan evaluasi berkala terhadap para penyuluh, agar program yang dijalankan benar-benar sampai ke masyarakat. “Salah satu cara dari peningkatan kompetensi penyuluh ini, yaitu dengan cara pelaksanaan evaluasi penyuluhan pertanian ini,” tambah Edy Martin.
Menurutnya, evaluasi harus dilaksanakan untuk menandakan bahwa penyuluh itu memang bekerja sesuai dengan tugas pokoknya serta sebagai dasar pemberian rekomendasi pembayaran Biaya Operasional Penyuluh (BOP) Pertanian.
Ada tiga langkah utama dalam proses evaluasi yaitu pengumpulan informasi, perumusan standar atau seperangkat kriteria yang dipergunakan dalam pengumpulan informasi serta penarikan kesimpulan dan pertimbangan. “Faktor utama untuk membangun penyuluh yang kompeten dan profesional adalah penyuluh harus memiliki kemauan, kerja keras, terus belajar dan dapat membangun kerja sama,” tambah Edy Martin.
Kinerja penyuluh pertanian dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya perubahan individu penyuluh, psikologis dan organisasi yakni penyuluh dalam melakukan tugas-tugas penyuluhan.
Penyuluh pertanian Kota Solok diharapkan dapat menjadi aparatur pertanian yang profesional serta kreatif dalam menjalankan tugasnya. Penyuluh pertanian harus mempunyai manajeman waktu yang bagus, karena penyuluh tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai pendamping petani, tetapi juga diharapkan dapat selaras dan mendukung program pembangunan pertanian yang ada di Kota Solok.
Ia mengatakan, penyuluh pertanian merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk mendampingi petani dalam menjalankan sistem dan tata kelola pertanian dengan menerapkan teknologi yang tepat. PPL sejatinya memiliki kemampuan mengarahkan petani menuju pertanian yang modern dan berdaya saing, serta mampu bekerjasama baik sesama petani maupun dengan kelembagaan sumber ilmu dan teknologi serta mata rantai agribisnis.
Ia meminta, untuk menyusun rencana kerja dan program strategis, tetap dilakukan secara berkelanjutan dalam pembangunan pertanian, apalagi bahan pangan hasil pertanian sangat berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. “Keberadaan penyuluh pertanian diharapkan bisa bisa lebih memajukan sektor pertanian di Kota Solok. Penyuluh menjadi agen dalam alih teknologi pertanian pada petani,” ujar Edy Martin.
Sementara itu, Sub Koordinator Kerjasama Pelayanan Pengkajian BPTP Sumatera Barat Heru Rahmoyo Erlangga, saat pembukaan pelatihan menyebut, perlunya peningkatan kapasitas dan integritas penyuluh pertanian dalam mencapai target serta mengembangkan wawasan dan keilmuaan dengan teknologi yang berkembang saat ini.
“Pihaknya berharap penyuluh dapat memberi solusi permasalahan yang dihadapi oleh petani di lapangan serta bisa menjembatani pemeritah daerah dengan petani melalui inovasi teknologi. “BPTP yang selama ini mendampingi Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Barat sedang dalam transformasi secara kelembagaan,” kata Edy Martin. (vko)





