BUKITTINGGI, METRO–Hujan deras yang melanda Kota Jam Gadang Bukittinggi mengakibatkan musibah banjir terjadi di pemukiman mayarakat Kota Bukittinggi, Selasa sore (7/6). BPBD Kota Bukittinggi melaporkan, dampak dari bencana banjir tersebut setidaknya lebih kurang sekitar 20 rumah wargag yang terdampak banjir, sehingga penghuni rumah harus dievakuasi sementara.
“Banjir terjadi di daerah Jirek, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, sebanyak 20 rumah yang terdiri dari 20 KK, satu unit rumah mengalami rusak ringan,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudera, kemarin.
Ibentaro mengatakan, akibat hujan deras dan drainase yang tersumbat menyebabkan air di saluran drainase meluap dan menggenangi rumah warga.
BPBD kemudian melakukan pengambilan data dan melakukan penyedotan air bagi rumah yang sudah bisa dilakukan penyedotan. “Juga kita melancarkan drainase yang tersumbat dan berkoordinasi dengan Dinas PU mendatangkan alat berat untuk pengerukan saluran drainase yang tersumbat ini,” kata Ibentaro.
Menurut Ibentaro, beberapa unit tanggap bencana yang terlibat adalah BPBD, Dinas PU dan Perkim, Pemerintahan Kelurahan, Pusdalops, TRC, Dinas Kebakaran, Dinas Perhubungan, PMI dan TNI Polri serta masyarakat setempat. “Saat ini sedang dilakukan pengerukan saluran yang tersumbat menggunakan alat berat dari Dinas PU, untuk cuaca saat ini masih hujan ringan,” kata Ibentaro.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir ini, BPBD tetap mengimbau kewaspadaan warga dengan potensi musibah yang bisa saja terjadi khususnya dalam cuaca tidak bersahabat. (pry)






