METRO PESISIR

Kampanyekan Anti Kekerasan terhadap Anak di Sekolah Pa­dang­pariaman

0
×

Kampanyekan Anti Kekerasan terhadap Anak di Sekolah Pa­dang­pariaman

Sebarkan artikel ini
KAMPANYE— Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpariaman H. Anwar kampanyekan anti kekerasan terhadap anak di sekolah.

PDG.PARIAMAN, METRO–Jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Pa­dang­pariaman, kemarin,  semarakkan kampanye anti kekerasan terhadap anak di sekolah-sekolah. Kampanye tersebut dilakukan dalam rangka mendukung ketercapaian Pa­dangpariaman sebagai Ka­bupaten Layak Anak (KLA) tahun 2022 ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pa­dang­pariaman H. Anwar mengungkapkan bahwa kegiatan kampanye dilaksanakan da­lam rangkaian lokakarya sekolah yang bersangkutan.  Dia menyebut, sejalan dengan telah diterbitkannya Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Nomor 801/2580/KEP/Disdikbud/2022 tentang Pelaksanaan Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Padang Pariaman.

“Makanya salah satu materi lokakarya disosialisasikan tentang sekolah ramah anak, yang harus diterapkan di sekolah untuk menciptakan kenyamanan siswa dalam belajar,” ung­kapnya saat acara di SMPN 1 VII Koto Sungai Sariak, kemarin.

Di samping itu, Anwar mengatakan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para guru dan sis­wa tentang kekerasan pada anak dalam dunia pendidikan. Hal ini sebutnya, agar para guru dan siswa memahami dan peduli terhadap kekerasan yang terjadi di sekolahnya, seperti; kekerasan verbal oleh gu­ru terhadap murid, atau sesama siswa dan bentuk bully lainya.

Baca Juga  Untuk Warga Miskin, Pemkab Bangun Gedung PICU dan NICU

“Dengan dalil mendisiplinkan siswa, kekerasan sering terjadi, makanya melalui kampanye ini ada kesepahaman bersama bahwa disiplin itu tidak harus identik dengan kekerasan,” terang Anwar.

Kemudian Anwar juga menambahkan bahwa gu­ru harus menciptakan suasana nyaman bagi siswa di sekolah. Menurutnya, menerapkan kurikulum yang penekanannya kepada prak­tek dengan sedikit teori sehingga siswa dituntut lebih kreatif dan memiliki capaian yang pasti da­lam membuktikan kerja sekolahnya. “Bagaimana menerapkan nilai-nilai dan menciptakan kenyamanan di sekolah, dengan kerjasama yang baik antara guru dan siswa serta orang tua, sehingga sekolah serasa jadi rumah kedua bagi mereka,” katanya.

Baca Juga  Menuju Kota Pariaman Barasiah, Roberia: Tidak Ada Petugas yang Diberhentikan

Lebih lanjut Anwar me­nyebut sejauh ini telah empat sekolah yang dijadikan titik lokasi kampanye anti kekerasan ini. Dia me­nya­takan akan terus mela­ku­kan kampanye bersama ja­jaran dan pihak terkait. Dan dia berharap, dengan diterapkannya program sekolah ramah anak ini, akan lahir dan tumbuh generasi yang ramah dan jauh dari kekerasan dalam bentuk apapun. “Kampanye ini akan terus digerakan hingga ke tingkat sekolah dasar dan PAUD, sehingga secara berjenjang ada pembentukan dan diharapkan akan lahir generasi yang ramah dan anti terhadap kekerasan,” tandasnya meng­akhiri. (efa)