METRO NASIONAL

Heboh Konvoi Motor Beratribut Khilafah, Densus 88: Khilafatul Muslimin Dekat dengan NII dan MMI

1
×

Heboh Konvoi Motor Beratribut Khilafah, Densus 88: Khilafatul Muslimin Dekat dengan NII dan MMI

Sebarkan artikel ini
BAWA POSTER— Terlihat konvoi sepeda motor sambil membawea poster Khilafah Islamiyah di sekitar Cawang, jakarta Timur viral di media sosial pekan lalu.

JAKARTA, METRO–Densus 88 Antiteror Polri menyebutkan Kelompok Khilafatul Muslimin memiliki hubungan dengan jaringan Negara Islam Indonesia (NII) dan Majelis Mujahidin Indonesia (MII). Hal itu diungkap Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar.  “Kelompok itu sendiri memiliki kaitan dengan jaringan NII dan MII,” kata Aswin saat dihubungi JPNN.com, Jumat (3/6).

Kombes Aswin mengatakan pihaknya telah me­nge­rahkan tim khusus gu­na menyelidiki kelompok Khi­lafatul Muslimin itu. “Den­sus 88 turun untuk menyelidiki. Kegiatan seperti itu sudah menjadi kegiatan kami untuk memonitor terus,” kata Aswin.  Ha­nya saja, perwira menengah Polri itu enggan menjelaskan perkembangan Densus 88 perihal penyelidikan kelompok Khilafatul Muslimin.   “Saya mungkin tidak bisa mengung­kap­kan progres penyelidikan secara langsung,” ujar Aswin.

Aswin mengingatkan masyarakat Khilafatul Mus­limin memiliki rekam jejak dakat dengan terorisme. “Kami warning kepada ma­syarakat adalah Khi­la­fatul Muslimin ini punya track record yang dekat de­ngan terorisme,” ujar Aswin.

Baca Juga  Sumbar Gandeng Jabar Promosikan Visit Beautiful West Sumatera 2023

Rekam jejak itu, jelas Awin seperti keterlibatan pemimpin kelompok tersebut dengan jaringan NII. Aswin lantas mencontohkan pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Hasan Qo­dir Baraja yang notabene mantan narapidana terorisme jaringan NII.  “Pe­mimpinnya kelompok itu sendiri terlibat dalam be­be­rapa aksi terorisme,” kata Aswin Siregar.  Se­belumnya, viral di media so­sial yang memperlihatkan kon­­voi sejumlah pesepeda motor membawa atribut khi­lafah. Mereka terekam kamera melintas di Ja­lan Raya Bogor, Jakarta Ti­mur dan membagikan se­lebaran.

Abdul Hasan Qodir Pernah Dipenjara di Zaman Orba

Densus 88 menyebut pemimpin Khilafatul Muslimin Abdul Hasan Qodir Baraja pernah menjalani hukuman penjara atas keterlibatan dalam kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII).

Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Kombes Aswin Siregar mengatakan Abdul Qodir pernah ditangkap pada zaman orde baru (orba). “Abdul Hasan Qodir Baraja itu pernah dihukum di zaman orde baru,” kata Aswin saat dihubungi JPNN.­com, Jumat (3/6).

Baca Juga  Kemenkes Hapus Syarat Domisili KTPuntuk Penerima Vaksin Covid-19

Perwira menengah Polri itu enggan berspekulasi bakal kembali menangkap Abdul Qodir. Pasalnya, kata dia, pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti perihal keterlibatan Abdul Qodir.  “Begini, kami mengedepankan asas pra­duga tak bersalah, sampai ada bukti dia bersalah. Saya enggak bisa jawab kemungkinan atau tidak (ditangkap),” ujar Aswin.

Aswin mengatakan pihaknya menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam menyelidiki kelompok Khilafatul Muslimin. “Kami menjunjung tinggi HAM sampai memiliki bukti untuk menyatakan bahwa mereka yang tergabung dalam Khilafahtul Muslimin ini baik perorangan, kelompok itu memenuni alat bukti cukup untuk ditangkap karena tindak pidana terorisme,” kata Aswin Siregar.

Sebelumnya, beredar video konvoi sejumlah pengendara sepeda motor membawa atribut khilafah viral di media sosial.  Mereka terekam kamera melintas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur dan membagikan selebaran. (cr3/jpnn)