SAWAHAN, METRO–Sekretaris Komisi I DPRD Padang, Budi Syahrial mengatakan siapa pun ASN yang terpilih nanti jadi Sekda Padang diminta mampu mengontrol Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sehingga proyek gagal bayar tidak lagi terjadi seperti tahun lalu.
“Sekda yang terpilih dari 3 nama yang lolos seleksi jangan hanya jadikan jabatan yang didapat sebagai kebanggaan untuk pribadi. Namun mesti bekerja secara profesionalitas,” ucap kader Gerindra, Rabu (1/6).
Ia mengatakan, Sekda yang ditunjuk nanti mesti menempatkan kepentingan yang skala prioritas. Sehingga program yang dijalankan terealisasi secara maksimal dan manfaatnya dapat dirasakan warga kota.
Menurutnya, membangun sistem dengan siapa pun selain OPD Pemko Padang dalam menjalankan program sangat perlu. Agar kebocoran pada anggaran tidak terlihat lagi dan hasil yang dikerjakan bagus.
“Sistem yang dibangun itu, tentu oleh Sekda terpilih yang jiwanya muda serta tangguh. Bukan ASN yang loyo dan malas bergerak atau menjalankan tugas yang diberikan pimpinan,” paparnya.
Ia menambahkan, siapa pun Sekda terpilih nanti diucapkan selamat dan bekerjalah dengan baik sampai target yang diberikan terpenuhi secara menyeluruh.
Jabatan yang dikasih, menurut Budi, bukan untuk dibanggakan pada ke publik. Namun acuan sejauh mana seseorang mampu menggapai apa yang telah diberikan padanya. “Amanah yang diberi ini akan diminta pertanggungjawabannya nanti,” paparnya.
Diketahui sebelumnya, terdapat tiga nama ASN yang lolos pansel dalam seleksi Sekda Padang yang dibuka pendaftaran oleh BKPSDM dari 6 orang yang ikut. Tiga nama itu ialah Alfiadi saat ini Staf Ahli Pemko Padang, Andree Algamar yang sekarang Kadis Perdagangan Padang dan Kepala Bappeda, Yeni Yuliza. (ade)






