SOLOK, METRO–Paradigma sadar bencana harus menjadi cara berfikir dan cara bertindak sehingga menjadikanya sebagai budaya dalam menghadapi bencana. Untuk itu semua pihak harus merubah cara berfikir bahwa penanggulangan bencana harus menjadi budaya yang diaplikasikan dengan kearifan lokal agar mampu menyikapi ancaman bencana lebih efektif dan efisien.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, saat memimpin apel peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2022.
“Hari Kesiapsiagaan Bencana adalah inisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, yang tujuannya adalah untuk mengajak semua pihak meluangkan waktu satu hari untuk melakukan latihan kesiapsiagaan bencana secara serentak,” ujar Ramadhani.
Dia juga menyampaikan dengan HKB diharapkan bisa membudayakan latihan secara terpadu, terencana dan berkesinambungan guna meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menuju masyarakat Tangguh Bencana.
“Masyarakat harus paham, bencana apa yang harus mereka hadapi, Contohnya, persiapan menghadapi gempa bumi, dengan mengetahui dan memahami bencana yang dihadapi, masyarakat bisa lebih tanggap dalam menyelamatkan dirinya sendiri,” ucap Ramadhani.
Itulah kenapa, dibutuhkan latihan dan persiapan, yang perlu dilakukan secara serentak,” jelasnya. Selepas apel Wawako bersama undangan menyaksikan simulasi simulasi tanggap bencana alam gempa. (vko)





