METRO PADANG

Pertumbuhan Gay seperti Gunung Es, Waspadai Bahayanya Terhadap Anak

0
×

Pertumbuhan Gay seperti Gunung Es, Waspadai Bahayanya Terhadap Anak

Sebarkan artikel ini

FLAMBOYAN, METRO–Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sumbar, Eri Awal mengimbau semua orang tua yang memiliki anak di bawah umur agar mewaspadai fenomena tindak keke­rasan pada anak yang disebabkan oleh kalangan LGBT, terutama gay atau homo.

Karena per­tumbuhan gay atau homo ini saat ini seperti fenomena gunung es yang tidak terlihat dari luar namun tenyata me­reka semakin banyak. Me­reka siap memangsa anak-anak menjadi korbannya.

Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya anak-anak yang menjadi korban keberingasan kalangan gay tersebut. Seperti ba­ru-baru ini. LPA baru saja me­nangani kasus anak yang menjadi korban sodomi.

Baca Juga  Bantu Siswa Belajar Daring, Diskominfo Sediakan Internet Gratis

“Kami mengetahui kasus ini seminggu sebelum lebaran Idul Fitri 1443 Hijriah lalu. Yang muncul kepermukaan menjadi korban sebanyak 10 orang anak laki-laki. Mereka disodomi oleh pelaku. Kemungkinan masih banyak anak lainnya yang jadi korbannya. Tapi tidak mengaku,” sebut Eri Awal.

Kasusnya terjadi di da­erah Kuranji. Dimana pelaku juga adalah anak di bawah umur yang juga pernah disodomi gay.

Para orang tua, kata Eri tidak boleh memandang sepele kasus ini. Karena anak-anak yang menjadi korban berkemungkinan besar akan menjadi pelaku untuk tindak kejahatan  yang sama.

“Artinya dia akan tumbuh lagi menjadi gay. Karena dia telah jadi korban,” sebut Eri Awal.

Baca Juga  Kekerasan terhadap Anak Capai 103 Kasus, Didominasi Kekerasan Seksual

Idealnya, kata dia, anak yang telah menjadi korban harus direhab kembali kejiwaannya ke psikolog. Ia menghimbau jika ada anak yang menjadi korban, namun tidak melapor, maka sebaiknya membawa anaknya ke psikolog atau ke puspaga untuk mendapatkan terapi mental.

Orang tua juga harus mewaspadai prilaku akan setiap hari. Jika pergaulan anak mencolok dan  terlalu dekat dengan sesama lelaki, maka bisa dicurigai itu sebagai prilaku menyimpang.

“Tidak hanya menjaga anak perempuan yang susah. Tapi juga anak laki-laki. Jangan sampai mereka jadi korban,” pungkasnya. (tin)