METRO BISNIS

Harga Pangan Dunia Tinggi Jadi Peluang Petani Indonesia

0
×

Harga Pangan Dunia Tinggi Jadi Peluang Petani Indonesia

Sebarkan artikel ini
Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan

JAKARTA, METRO–Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan bahwa de­ngan kondisi harga komo­ditas yang tengah melonjak akibat konflik geopolitik, ini dapat menjadi keuntu­ngan bagi sejumlah negara, termasuk Indonesia.

“Tingginya harga komoditas dunia saat ini a­dalah peluang bagi para petani di negara-negara ber­kembang besar seperti Indonesia, India, Brasil dan Tiongkok untuk menikmati keuntungan lebih,” jelas dia dalam acara The Biggest Trade Deal in the World dikutip, Minggu (29/5).

Menurutnya, ini akan menjadi ekuilibrium baru dalam perdagangan komoditas pangan dunia. “Jangan dirusak dengan menyalahkan salah satu negara, misalnya Tiongkok karena posisi dagang yang kurang menguntungkan. Bahaya kalau beberapa negara maju berkelompok untuk membenarkan standar ganda,” terang dia.

Hal yang dimaksud stan­dar ganda oleh dia a­dalah negara-negara yang sudah maju menyalahkan dan mengganggu perdagangan bebas dunia, contohnya ketika mereka ku­rang diuntungkan posisi dagangnya terhadap suatu negara tertentu, seperti Tiongkok.

Baca Juga  Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Operasikan 104 Unit SPKLU di 38 Kota

Padahal, dahulu ketika posisi dagang mereka diuntungkan sehingga petani di Amerika Serikat (AS), Eropa dan Jepang makmur, semua negara ber­kem­bang dipaksa membuka pasar mereka. “Harus ada kebersamaan dan kese­taraan kesempatan dalam perdagangan bebas du­nia,” kata dia.

Mendag pun sempat berdebat cukup tegang dengan panelis lainnya yaitu CEO Suntory Hol­dings, salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia asal Je­pang, Tak Miinami. Ia pesimis dengan situasi saat ini, khususnya karena Tiong­kok menutup pasar karena kebijakan Zero-Covid yang diterapkan.

Sehingga Tiongkok, me­nurutnya, perlu dibatasi perannya dalam perdagangan dunia. Mendag menyayangkan panda­ng­an tesebut, apalagi me­ngingat Jepang sudah me­rasakan menjadi negara maju.

Baca Juga  Promo Juni Untung Menara Agung, Honda Genio Diskon Rp 440 Ribu

Menurut dia, dunia ha­rus mengakui fakta bahwa ketika Tiongkok mulai mendominasi perdagangan dunia, dampak positifnya dapat dirasakan seluruh ma­syarakat dunia dengan harga barang-barang yang semakin terjangkau.

“Kami di Indonesia sa­ngat merasakan betul man­faatnya. Apalagi Tiongkok juga menjadi sumber utama transfer teknologi bagi negara-negara ber­kem­bang saat ini,” tegas dia.

Adapun, Tiongkok baru bergabung dengan WTO di tahun 2001, namun manfaatnya jauh lebih terasa dibandingkan perdaga­ng­an dunia didominasi oleh kapitalisme Barat. Untuk itu, biarkan saja harga pa­ngan tinggi agar petani dapat meningkatkan pro­duk­sinya.

“Menjadi sinyal agar petani dan peternak di negara-negara ber­kem­bang termasuk Indonesia meningkatkan produksi, sehingga nantinya harga akan turun dengan sendirinya karena pasokan melimpah,” pungkas dia. (jpg)