METRO PADANG

Buya Syafii Maarif Wafat, Andre Rosiade: Indonesia Kehilangan Tokoh dan Ulama Besar

0
×

Buya Syafii Maarif Wafat, Andre Rosiade: Indonesia Kehilangan Tokoh dan Ulama Besar

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang

ADINEGORO, METRO–Anggota DPR RI Andre Rosiade turut berduka atas meninggalnya mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muham­madiyah Buya Syafii Maarif, Jumat (27/5) pukul 10.15 WIB di Yogyakarta. Andre menyebut, Indonesia sangat kehilangan tokoh dan ulama besar yang menjadi pa­nu­tan semua orang.

“Innalillahi wa innailaihi rojiuun. Kami turut berduka atas me­ninggalnya tokoh dan ula­ma besar Indonesia. Bukan hanya Ormas Muham­ma­diyah yang kehilangan, tapi seluruh rakyat Indonesia. Karena beliau adalah tokoh bangsa yang jasanya tak terhitung untuk negara ini,” kata Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini, Jumat siang.

Andre Rosiade menyebut, meski berlatar belakang Muhammadiyah, tapi Syafii Maarif adalah tokoh bangsa yang tidak membeda-bedakan asal, ormas dan lainnya. Baginya, semua adalah sama dan mendapat perlakuan yang sama pula. Syafii Maarif juga dikenal sebagai orang Minang yang besar dan berpengaruh di tingkat nasional.

Baca Juga  Pesan Andre Rosiade untuk Wako Mahyeldi. Jangan Biarkan Maksiat Merajai Kota Padang

“Beliau asli Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumbar. Beliau selalu memperjuangkan pembangunan kampung halamannnya, tidak hanya Sijunjung, tapi Sumbar secara umum. Banyak bukti pembangunan yang beliau tinggalkan di Sumbar,” kata ketua DPD Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sumbar yang juga asli Sijunjung ini.

Sebagai mantan aktivis mahasiswa, Andre Rosiade mengenang saat masih menjadi Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Jakarta tahun 2001. Andre pernah berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah yang saat itu Buya Syafii Maarif ketua umumnya. Andre dan rekan-rekannya disambut dengan ramah dan dapat berdialog dengan santai.

Baca Juga  Diduga Mau Balapan Liar10 Pelajar Digiring ke Polresta Padang

“Waktu itu kami mendatangi Kantor Pusat PP Muhammadiyah di Kebun Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Datang berdiskusi cukup lama. Bahkan sempat shalat berjamaah di Masjid PP Muhammadiyah waktu itu. Beliau adalah ulama besar yang ramah, terbuka dan mau menerima siapapun untuk berdialog. Selamat jalan Buya, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi sang pencipta,” kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu. (r)