BUKITTINGGI, METRO–Isu politik di Kota Bukittinggi kembali hangat dibicarakan seiring dengan adanya pertemuan antara mantan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dengan wakil wali kota saat ini, Marfendi, di sebuah masjid Marfendi dan Ramlan terlihat bertemu di sebuah masjid dan didampingi beberapa orang lainnya. Foto itu tersebar di beberapa media sosial di Bukittinggi.
Pertemuan ini diketahui masyarakat merupakan kali kedua setelah sebelumnya juga beredar bukti foto pertemuan antara tokoh masyarakat asli Kurai Bukittinggi itu di sebuah rumah makan bersama tokoh masyarakat lainnya. Marfendi saat dimintai keterangannya mengatakan, pertemuan mereka berdua itu tidak sengaja bertemu dan tidak ada perjanjian pertemuan sama sekali,
“Memang kebetulan bertemu, tentu saya selaku wakil walikota menghargai siapapun karena posisi saya sebagai wakil walikota harus mengayomi dan memberikan sambutan hangat kepada masyarakat,” ujar Marfendi.
Terlepas siapapun yang bertemu dengannya tentu perlakuannya tetap sama dan tidak ada di beda-bedakan. Dan kebetulan saat itu ia bertemu dengan Ramlan dan ia memang berpacu dengannya saat Pilkada kemarin, namun ia harus berfikir jernih, politik sudah usai.”Dan kami akan melangkah mewujudkan visi-misi yang kami emban dalam kampanye dahulu,” ujar Wawako.
Terkait masalah politik sudah lewat ibarat kata pepatah, “Biduak Lalu Kiambang Batauik”. Nah kami fokus untuk menjalankan roda pemerintah bersama bapak walikota sesuai visi Daerah menuju Bukittinggi hebat jelasnya “Apalagi pertemuan di sebuah masjid yang berdedar di media sosis Itu tidak sengaja, sama dengan sebelumnya, tidak ada pembicaraan apa-apa karena Pak Ramlan sudah selesai shalat dan akan melanjutkan perjalanan, sementara saya baru datang dan akan shalat,” kata Marfendi.
Ia mengatakan, sama-sama melaksanakan ibadah shalat zuhur di sebuah masjid di daerah Kabupaten Agam setelah kembali dari Kota Payakumbuh. “Soal foto juga karena untuk dokumentasi saja, kami seperti sering bertemu dengan Pak Ramlan ini, kaget juga malah berkembang isu segala macam,”wajar isu-isu itu ber_kembang karena banyak yang menafsirkan yang tidak bangus, padahal hal itu tidak disengaja. Tidak mungkin lah saya selaku wakil walikota bertemu dengan para kompetitor saat pilkada Kemaren tidak tegur sapa.Dan itu bagi saya tidak relevan,” katanya.
Kalau pilkada sudah usai, semuanya telah usai, mari bersama-sama untuk membangun Kota Bukittinggi.tidak terkecuali kepada siapapun semuanya rangkul. “Kita berharap kepada semua pihak mari kita bijak berpolitik,kalau ada isu-isu yang tidak baik jangan langsung dibenarkan, karena belum itu itu benar,” jelas ya
Seiring dengan bertemunya tokoh itu membuat warga Bukittinggi menjadi penasaran dengan perkembangan politik menuju Pilkada 2024. Dari beberapa kesempatan juga terlihat Pasangan Wali Kota Erman Safar dan Marfendi tidak begitu banyak hadir bersamaan.
Bahkan dalam spanduk dan papan pengumuman khususnya menyambut Lebaran lalu, hanya terlihat ucapan dari Wako bersama istri, bukan Wakil Wali Kota.
“Memang ada keanehan akhir-akhir ini saat melihat spanduk yang terpasang di Kota ini tidak ada spanduk yang saya lihat terdapat foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota, mudah- mudahan tidak ada masalah antara ketua pemimpin kita ini dan Bukittinggi bisa maju dan sejahtera,” kata salah seorang warga, Farrel. Ramlan
Nurmatias merupakan mantan Wali Kota Bukittinggi periode sebelumnya yang kalah saat Pilkada 2020 melawan pasangan Erman Safar dan Marfendi. (pry)





