METRO SUMBAR

Hindari Over Kapasitas di Kapal, Kapolsek Sikakap Kumpulkan Pemilik Truk dan Pedagang

0
×

Hindari Over Kapasitas di Kapal, Kapolsek Sikakap Kumpulkan Pemilik Truk dan Pedagang

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Kapolsek Sikakap Iptu Januar foto bersama dengan pedagang dan pemilik truk usai pertemuan, kemarin.

MENTAWAI, METRO–Menghindari terjadi o­ver kapasitas dan kekisuruhan di Pelabuhan Sika­kap, Kapolsek Sikakap Iptu Januar mengumpulkan pemilik truk dan pedagang pengumpul. Hal ini dilakukan  karena banyaknya barang dagangan seperti pisang, kopra dan hasil tani tak terangkut kapal.

“Alhamdulillah, setelah kita kumpulkan semua pemilik truk dan barang pe­ngum­pul kemarin, mereka dapat memahami tentang bahaya kelebihan muatan di kapal. Tak hanya itu, pe­numpukan barang barang jualan pun bisa dihindari,” ujar Kapolsek Sikakap Iptu Januar.

Disebutkan Januar, bah­wa pihaknya bersama sa­ma Danramil Kapten CZI. Masri, Camat Viktor. Sap dan Danposal Sikakap me­lakukan pertemuan ber­tempat di Palanta Mediasi Polsek Sikakap, giat pertemuan ini juga untuk persiapan saat Kapal Doking pada Agustus nanti. Bertepatan pula dengan musim buah buahan yang diperkirakan musim besar seperti jeng­kol, petai, durian dan pisang tentu akan menambah kis­ruh nanti­nya.

Baca Juga  Antisipasi Bencana, Kuatkan Umat

Sementara ucap Iptu Januar, kapal dua unit saja sudah kisruh,  apa lagi kalau satu tentu tambah pa­rah yangg ujungnya akan berimbas kepada Kamtibmas. Untuk itu  Kapolsek Sikakap bersama Ketua Pedagang dan pemilik truk berindisiatif untuk me­nga­adakan pertemuan.

“Dalam pertemuan ter­sebut para pedagang dan pemilik truk sepakat akan berkirim surat kepada bupati, Ketua DPRD Mentawai. Jika perlu mereka akan bersurat ke gurbernur agar dapat membantu me­nyediakan kapal yg le­bih besar lagi,” jelas Ja­n­u­ar.

Baca Juga  Pj Sekda Pesisir Selatan Jawab Isu Mutasi Akhir Agustus

 Kapasitas angkutnya, dan juga pedagang berharap  PJ. Bupati yang barus aja dilantik,  bisa sesegera mungkin untuk men­carikan solusi dari permasalahan ini, karena me­nyangkut pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pagai Utara, Selatan dan Sikakap yang hasil taninya cukup membludak terutama pisang. “Kami berharap masalah kapal ini cepat direalasikan secepatnya,” ujar Januar sesuai hasil pertemuan kemarin. (ped)