AGAM/BUKITTINGGI

Gadih Minang Marandang di Jam Gadang

0
×

Gadih Minang Marandang di Jam Gadang

Sebarkan artikel ini
MARANDANG— Pemko Bukittinggi menggelar Festival Gadih Minang Marandang di pelataran Jam Gadang, Sabtu (21/5).

BUKITTINGGI, METRO–Pemko Bukittinggi meng­gelar Festival Gadih Minang Marandang di pela­taran Jam Gadang, Sabtu (21/5). Event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi dilakukan atas inisiasi anggota DPRD Bukittinggi. Kepala Disparpora Bukittinggi Hendri menjelaskan, Festival Gadih Minang Marandang merupakan suatu upaya dalam melestarikan dan mewariskan masakan khas Minang kepada ge­nerasi muda.

Tujuannya bagaimana memperkenalkan cara me­masak rendang kepada remaja putri di Kota Bukittinggi dan menanamkan rasa bangga pada generasi mu­da terhadap rendang sebagai kuliner daerah yang telah mendunia, sekaligus dapat mengembangkan ekonomi kreatif Kota Bukittinggi khususnya sektor kuliner.

“Kegiatan ini diikuti 40 SMP dan SMA sederajat se Kota Bukittinggi. Untuk tingkat SMP dikirim dua tim per sekolah, sedangkan tingkat SMA, dikirim satu tim per sekolah,” ka­tanya.

Peserta dinilai oleh juri utama, dari akademisi, praktisi dan Ketua PWK, Juri tamu dari ketua Bundo Kanduang, Ketua DWP dan Kadisparpora, serta juri kehormatan Nyonya Fiona Erman Safar selaku Ketua TP PKK dan Dekranasda Bukittinggi.

Ketua TP PKK Bukittinggi sekaligus Ketua Dekranasda, Fiona Erman Safar menyampaikan, marandang bukan sekedar pro­ses meramu dan memasak makanan. Lebih dari itu, merandang merupakan proses penguatan ikatan cinta kasih dalam keluarga.

Di sisi lain, Marandang punya nilai filosofis yang jadi pedoman dalam menjalani kehidupan, pembuatan rendang yang membutuhkan waktu lama memberikan makna bahwa se­tiap orang Minang harus sabar, bijaksana dan meng­hargai setiap proses.

“Kami apresiasi inisiasi dari Bapak Anggota DPRD Dedi Fatria ini, besar harapan kami generasi muda, dapat lebih memahami makna dari marandang ini. Sehingga di masa yang akan datang, para generasi muda, memiliki dasar, ilmu, untuk memproduksi makanan terlezat di dunia ini,” ujar Hendri.

Anggota DPRD Bukittinggi, Dedi Fatria, menjelaskan dalam pokir ini telah direncanakan beberapa kegiatan yang konsisten dilakukan, seperti menggali nilai budaya Minangkabau.

Beberapa tahun lalu, juga telah dilaksanakan festival permainan anak nagari, saat ini dilaksanakan kegiatan budaya ke arah kuliner. “Ini mengi­ngat kondisi hari ini generasi kita sudah banyak meng­konsumsi makanan impor, belanja dengan budaya online, untuk itu, kami me­nginisiasi ini, targetnya minimal para siswi ini se­tidaknya bisa mewakili teman temannya, di masa yang akan datang bisa memasak masakan tradi­sional Minangkabau,” ujar Dedi.

Menurutnya, meskipun gerusan akibat kondisi tek­nologi saat ini, warga harus konsisten untuk selalu mem­pertahankan nilai nilai budaya agar selalu lestari di Sumbar.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan untuk mewariskan dan melestarikan kekayaan budaya Minang­kabau.  “Ini juga menjadi salah satu upaya menarik wisatawan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bukittinggi. Pembangunan pariwisata Kota Bukittinggi akan terus mengedepankan event yang mengangkat nilai tra­disi dan kearifan lokal. Ke depan, Pemkot Bukittinggi akan gelar event pariwisata berbasis pelestarian tra­disi,” ungkap Erman.

Dari hasil penilaian, untuk tingkat SMA, Juara 1 diraih oleh SMK Paramita, Juara 2 SMK Gajah Tongga, Juara 3 SMA 1 Bukittinggi. Harapan 1, SMA 2 Bukittinggi, Harapan 2 diraih SMK 2 Bukittinggi dan Harapan 3, SMA 5 Bukittinggi serta performa terbaik dari MAN 2 Bukittinggi.

Untuk tingkat SMP, Juara 1 diraih oleh MTsN 2 Bukittinggi, Juara 2 MTsN 1 Bukittinggi, Juara 3 SMP 7 Bukittinggi. Harapan 1, SMP 1 Bukittinggi, Harapan 2, SMP Al Islah Bukittinggi dan Harapan 3 SMP 6 Bukittinggi, serta performa terbaik diraih oleh SMP 5. (pry)